Menteri Luar Negeri Türkiye lakukan panggilan dengan rekan regional terkait perang di Timur Tengah
Hakan Fidan membahas lintasan konflik dan upaya untuk menghentikan permusuhan dalam pembicaraan dengan pejabat dari Suriah, Qatar, dan Uzbekistan.
Menteri Luar Negeri Türkiye Hakan Fidan telah melakukan panggilan telepon terpisah dengan rekan-rekannya dari Suriah, Qatar, dan Uzbekistan untuk membahas arah perang yang sedang berlangsung di kawasan serta upaya menghentikannya, menurut sumber diplomatik.
Menurut sumber Kementerian Luar Negeri Türkiye, Fidan berbicara dengan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Hassan al Shaibani, Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, serta Bakhtiyor Saidov, Menteri Luar Negeri Uzbekistan.
Pembicaraan berfokus pada "trajektori perang di kawasan" dan inisiatif yang sedang berjalan yang bertujuan untuk "menghentikan permusuhan" dalam perang yang dimulai pada 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran.
Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sekaligus mengganggu pasar global dan penerbangan.
Fidan melakukan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Ia telah mengadakan banyak panggilan telepon dengan rekan-rekannya dari kawasan, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, serta pejabat AS dan Uni Eropa.
Fidan juga melakukan pembicaraan telepon dengan mitranya dari China, Wang Yi, dan membahas perkembangan terkini di kawasan tersebut, demikian menurut sumber-sumber diplomatik Türkiye.
Selama pembicaraan telepon tersebut, kedua menteri menekankan bahwa perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah harus segera diakhiri dan membahas upaya-upaya terkait hal tersebut, menurut sumber-sumber tersebut.
Kedua menteri mencatat bahwa kelancaran operasional rute transportasi, pasokan energi, dan rantai pasokan sangatlah kritis.
Kedua belah pihak juga membahas agenda bilateral, khususnya hubungan ekonomi dan perdagangan, serta investasi bersama.
China memuji Türkiye
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan dukungan Beijing terhadap “peran konstruktif” Türkiye dalam mendorong perundingan di Timur Tengah, menurut kantor berita milik pemerintah Xinhua.
Beijing mendukung Türkiye dalam “memainkan peran konstruktif untuk mendorong dimulainya kembali negosiasi,” kata Wang.
Wang juga menyuarakan dukungannya agar negara-negara di kawasan tersebut “tetap tenang” dan “menanggapi situasi saat ini secara rasional dari perspektif jangka panjang berdasarkan kepentingan mendasar.”
“Benar dan salah dari konflik di Timur Tengah sudah jelas, dan komunitas internasional harus mengambil posisi yang objektif dan tidak memihak,” kata Wang, sambil mencatat bahwa konflik tersebut dengan cepat meluas dan menyebar ke seluruh kawasan.
Prioritas utama adalah “secara aktif mendorong perundingan damai, memanfaatkan peluang untuk perdamaian, dan berupaya meredakan ketegangan,” tambahnya.