Pemerintah Inggris pada hari Kamis memberlakukan larangan sementara bagi wisatawan untuk membawa produk daging dan keju ke negara tersebut dari Uni Eropa sebagai tanggapan terhadap meningkatnya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di benua itu.
Sejak hari Sabtu, para wisatawan dilarang membawa kembali barang-barang seperti daging olahan dan keju yang diawetkan, termasuk yang terdapat dalam sandwich.
Pembatasan ini berlaku tanpa memandang apakah barang tersebut dikemas sebelumnya atau dibeli dari toko bebas bea, menurut pernyataan pemerintah.
Langkah ini mengikuti larangan sebelumnya terhadap produk serupa dari Jerman, Hungaria, Slovakia, dan Austria, di mana kasus penyakit pada ternak tersebut terus meningkat.
PMK adalah virus yang sangat menular yang menyerang hewan, menyebabkan lepuh yang menyakitkan di mulut dan di bawah kuku mereka, yang mengakibatkan kelumpuhan dan kesulitan makan.
Meskipun penyakit ini tidak menimbulkan risiko bagi manusia, pemerintah Inggris mengambil langkah pencegahan untuk mencegah penyebarannya, terutama mengingat bahwa saat ini tidak ada kasus PMK di Inggris.
Pejabat memperingatkan bahwa produk asal hewan, seperti daging dan produk susu, dapat membawa virus tersebut.
Bahkan jika produk-produk ini dimaksudkan untuk konsumsi manusia, mereka dapat menimbulkan risiko jika dibuang secara tidak benar dan dikonsumsi oleh satwa liar atau ternak.
Larangan ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk melindungi sektor pertanian Inggris dari dampak yang berpotensi menghancurkan akibat wabah PMK.





















