Permintaan baterai litium di China diperkirakan turun tajam pada awal 2026, seiring proyeksi merosotnya penjualan kendaraan listrik (EV) di dalam negeri dan melambatnya ekspor baterai. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China pada Minggu (28/12).
“Memasuki 2026, permintaan baterai energi baru akan turun drastis sejak akhir tahun ini. Produsen baterai sebaiknya mengurangi produksi dan mengambil jeda untuk menghadapi fluktuasi pasar,” ujar Sekretaris Jenderal asosiasi tersebut, Cui Dongshu, dalam unggahan di media sosial pribadinya.
China saat ini menjadi pemimpin global dalam manufaktur dan ekspor teknologi baterai, serta menikmati lonjakan permintaan global untuk baterai yang digunakan pada kendaraan listrik dan jaringan kelistrikan.
Namun, penurunan permintaan yang signifikan diperkirakan akan menekan produsen baterai besar, termasuk Contemporary Amperex Technology Ltd (CATL) dan EVE Energy.
Cui memperkirakan penjualan mobil penumpang ramah lingkungan akan turun setidaknya 30 persen pada awal tahun depan dibandingkan kuartal keempat, seiring dihentikannya insentif pajak pembelian kendaraan.
Selain itu, penjualan kendaraan listrik untuk kebutuhan komersial dipastikan melemah pada awal 2026, setelah konsumen berbondong-bondong melakukan pembelian menjelang akhir tahun demi memanfaatkan subsidi dan keringanan pajak, kata Cui.
Ia menambahkan, penurunan permintaan di pasar domestik kecil kemungkinan dapat ditutup oleh peningkatan ekspor.

Ekspor ikut melemah
Ekspor baterai litium China ke Uni Eropa, pasar luar negeri terbesarnya, tercatat naik 4 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, ekspor ke Amerika Serikat justru anjlok 9,5 persen.
Penurunan ekspor ke AS menunjukkan bahwa meningkatnya kebutuhan penyimpanan energi akibat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan di negara tersebut belum mampu mendongkrak permintaan baterai asal China, ujar Cui.
Analis UBS Yishu Yan mengatakan bulan ini bahwa produsen China juga menghadapi risiko dari pembatasan Amerika Serikat terhadap proyek-proyek yang menerima kredit pajak investasi dan melibatkan entitas asing yang dikategorikan sebagai “foreign entities of concern.”













