TÜRKİYE
1 menit membaca
Turkiye mengecam serangan mematikan pada kamp pengungsi Sudan
Ankara mendesak agar pengepungan Al Fasher dihentikan setelah serangan terhadap kamp Zamzam menewaskan warga sipil dan pekerja bantuan.
00:00
Turkiye mengecam serangan mematikan pada kamp pengungsi Sudan
“Kami mengutuk serangan yang dilakukan terhadap kamp pengungsi Zamzam di dekat Al Fasher, Sudan, yang mengakibatkan tewasnya para pekerja bantuan kemanusiaan dan banyak warga sipil,” ujar Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan resmi. /Foto: TRT World dan Agensi / TRT World and Agencies
16 April 2025

Turkiye mengutuk serangan terbaru di kamp pengungsi Zamzam dekat Al Fasher, Sudan, yang menewaskan banyak warga sipil dan pekerja bantuan kemanusiaan.

"Kami mengutuk serangan yang dilakukan di kamp pengungsi Zamzam dekat Al Fasher, Sudan, yang mengakibatkan tewasnya pekerja bantuan kemanusiaan dan banyak warga sipil," kata Kementerian Luar Negeri Turkiye dalam pernyataan resminya pada hari Senin.

Menekankan sikap Ankara terhadap penargetan warga sipil, pernyataan tersebut menambahkan: "Menargetkan warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun."

Krisis kemanusiaan semakin memburuk

Kementerian tersebut juga memperbarui seruan Turkiye agar situasi kemanusiaan yang memburuk di Al Fasher segera diselesaikan, di mana bentrokan yang terus berlangsung dan blokade telah sangat membatasi akses terhadap makanan, air, dan bantuan medis.

"Kami kembali menyerukan diakhirinya pengepungan di Al Fasher dan penderitaan rakyat Sudan," bunyi pernyataan tersebut. Menegaskan kembali posisinya secara diplomatik, Turkiye menekankan komitmennya terhadap kedaulatan Sudan.

"Kami menegaskan kembali dukungan kuat kami terhadap integritas wilayah dan kedaulatan Sudan."

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan pada hari Jumat tersebut, yang terjadi di tengah konflik yang meningkat antara militer Sudan dan pasukan paramiliter Sudan.

Kekerasan ini telah menyebabkan jutaan orang mengungsi dan memicu keprihatinan internasional atas kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk di Darfur dan sekitarnya.

SUMBER:TRT World and Agencies