Indonesia dan India memperluas kemitraan strategis di bidang pertahanan dengan menyepakati pengadaan sistem rudal jelajah supersonik BrahMos dan rudal udara-ke-udara Astra. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari hasil pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi di Jakarta, pada Selasa (7/7).
Pemerintah India menyatakan kedua pemimpin meninjau seluruh cakupan kemitraan strategis komprehensif yang meliputi perdagangan, investasi, pertahanan, keamanan, kerja sama maritim, serta berbagai sektor strategis lainnya. Keduanya juga membahas sejumlah isu regional dan global.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, mengatakan kedua negara kembali menegaskan komitmen bersama untuk menjaga perdamaian dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik melalui penguatan dialog dan kerja sama.
Pertemuan tersebut menghasilkan sekitar 20 capaian, termasuk kerja sama pengadaan sistem rudal BrahMos, rudal udara-ke-udara, serta nota kesepahaman mengenai teknologi rantai pasok mineral dan baja.
Dalam konferensi pers bersama, Presiden Prabowo menyampaikan Indonesia dan India berkomitmen memperkuat konektivitas maritim melalui pengembangan pelabuhan di Sabang, Aceh, serta Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.
Rudal jelajah supersonik
Seorang pejabat pemerintah India juga mengonfirmasi bahwa Indonesia akan memperoleh sistem rudal BrahMos dan rudal udara-ke-udara Astra. Sejumlah sumber di India menyebut nilai paket kerja sama tersebut diperkirakan mencapai sekitar $630 juta.
Jika terealisasi, Indonesia akan menjadi negara ketiga yang membeli rudal BrahMos yang diproduksi BrahMos Aerospace, setelah Filipina dan Vietnam. Langkah ini dinilai akan memperluas ekspor industri pertahanan India sekaligus memperdalam hubungan strategis kedua negara.
BrahMos merupakan rudal jelajah supersonik hasil pengembangan bersama India dan Rusia yang dapat diluncurkan dari darat, laut, maupun udara, serta dikenal sebagai salah satu rudal jelajah tercepat di dunia. Sementara itu, rudal Astra merupakan rudal udara-ke-udara jarak jauh yang dapat diintegrasikan pada pesawat tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara.
Menurut sumber pemerintah India, paket kerja sama tersebut dirancang melalui skema pengadaan bertahap yang mencakup sistem rudal, infrastruktur pendukung, pelatihan personel, layanan pemeliharaan, serta dukungan teknis untuk memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia dalam jangka panjang.




















