ASIA
2 menit membaca
Operasi pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda diperpanjang, aksi solidaritas digelar di Medan
Tim SAR gabungan memperpanjang masa pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di Selat Sunda usai meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Operasi pencarian jurnalis hilang di Selat Sunda diperpanjang, aksi solidaritas digelar di Medan
Operasi penyelamatan terus berlanjut bagi para jurnalis dan awak kapal yang hilang di Selat Sunda menyusul letusan Gunung Anak Krakatau. / reuters

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan resmi memperpanjang masa pencarian delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda, Senin (14/9). Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu tersebut hilang kontak sejak Senin (7/9) saat dalam perjalanan mendokumentasikan erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa hingga hari ketujuh operasi, keberadaan para korban masih belum ditemukan. "Hasil operasi pencarian dan pertolongan masih nihil. Kami memutuskan untuk memperpanjang pencarian hingga tiga hari ke depan," ujar Al Amrad.

Rombongan berangkat dari pesisir Banten menuju area Gunung Anak Krakatau pada Senin sore (7/9). Namun, kontak terakhir tercatat tak lama setelah kapal membelah perairan di antara Pulau Jawa dan Sumatera tersebut.

Di tengah proses pencarian, jenazah seorang pria ditemukan terdampar di Pulau Enggano, Bengkulu—sekitar 350 kilometer dari lokasi Gunung Anak Krakatau. Kabid Humas Polda Banten, Maruli Ahiles Hutapea, menyatakan pihak kepolisian masih menunggu hasil identifikasi medis untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan salah satu dari anggota rombongan yang hilang.

Para jurnalis yang menjadi korban dilaporkan berasal dari berbagai media nasional dan internasional, termasuk Antara, iNews, Merdeka, serta Anadolu Agency.

Kecelakaan laut kerap terjadi di wilayah kepulauan Indonesia, yang umumnya dipicu oleh cuaca buruk serta standar keselamatan pelayaran yang masih minim. Sebagai negara yang berada di lintasan Ring of Fire (Cincin Api Pasifik), Indonesia memiliki tingkat aktivitas vulkanik dan seismik yang sangat tinggi.

Doa Bersama Jurnalis di Medan

Hilangnya para insan pers ini memicu gelombang keprihatinan dari komunitas media di berbagai daerah. Di Medan, Sumatera Utara, puluhan jurnalis menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan lilin dan doa bersama pada Senin (14/9).

Aksi ini ditujukan untuk memberi dukungan moral bagi keluarga korban, termasuk keluarga Firdaus Wajidi, cameraman freelance untuk Anadolu Agency, serta rekan-rekan jurnalis lain dari Antara, Merdeka, dan iNews.

Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan bahwa meski fase erupsi puncak telah menurun, Gunung Anak Krakatau masih terus melontarkan lava pijar dan abu vulkanik. Erupsi besar pada Minggu (6/9) sebelumnya mencatatkan kolom abu mencapai 6.000 meter ke arah Jawa dan 15.000 meter ke arah Sumatera.

Dampak sebaran abu vulkanik tersebut sempat melumpuhkan transportasi udara nasional. Lebih dari 2.300 penerbangan domestik dan internasional di tujuh bandara—termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta—dibatalkan, yang mengakibatkan sekitar 340.000 penumpang terlantar.

TerkaitOperasi SAR 8 orang hilang di Selat Sunda memasuki hari ketiga, Basarnas perluas area penyisiran - TRT Indonesia - TRT Indonesia
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi