PERANG GAZA
2 menit membaca
Israel akan akuisisi jet tempur F-35 dan F-15IA di tengah rencana untuk melanjutkan genosida Gaza
Israel menyetujui pembelian skuadron baru jet tempur F-35 dan F-15IA dari perusahaan pertahanan AS, saat kabinet perang bersiap membahas kemungkinan kelanjutan operasi militer di Gaza.
Israel akan akuisisi jet tempur F-35 dan F-15IA di tengah rencana untuk melanjutkan genosida Gaza
Israel menyetujui rencana untuk membeli F-35. / Foto arsip: Reuters

Israel memberikan persetujuan akhir untuk rencana pembelian dua skuadron baru pesawat tempur F-35 dan F-15IA dari perusahaan pertahanan AS, Lockheed Martin dan Boeing, di tengah rencana kabinet perang Tel Aviv yang akan membahas kemungkinan melanjutkan operasi militer di Gaza.

Persetujuan ini melanjutkan kesepakatan sebelumnya, termasuk kontrak senilai 8,6 miliar dolar AS untuk jet F-15IA yang diumumkan pada akhir 2025, yang juga mencakup opsi penambahan armada di masa depan.

Kesepakatan tersebut disetujui oleh Komite Menteri Urusan Pengadaan Israel sebagai langkah awal dari rencana ekspansi militer senilai 119 miliar dolar AS yang, menurut kementerian pertahanan Israel, bertujuan “memperkuat kesiapan menghadapi dekade yang menantang bagi keamanan Israel.”

Dalam perjanjian ini, Israel akan membeli skuadron keempat F-35 dari Lockheed Martin serta skuadron kedua jet tempur F-15IA dari Boeing.

Pada Desember, Boeing mendapatkan kontrak senilai 8,6 miliar dolar AS untuk memasok 25 unit F-15IA baru kepada Israel, dengan opsi tambahan 25 unit lainnya.

Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari, namun gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April. Angkatan Laut AS juga mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Amerika Serikat menghadapi kritik keras terkait dukungannya dalam mempersenjatai Israel.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 72.500 warga Palestina—sebagian besar perempuan dan anak-anak—dilaporkan tewas dan lebih dari 172.000 lainnya terluka dalam konflik di Gaza, menurut data Palestina.

Meski mendapat kritik, aliran pasokan senjata dari AS justru terus meningkat.

Pada Agustus 2024, Washington menyetujui penjualan hingga 50 jet tempur F-15IA baru dari Boeing, peningkatan untuk pesawat yang sudah ada, serta ribuan rudal udara-ke-udara AIM-120 AMRAAM.

Hingga akhir tahun tersebut, Israel juga menerima lebih dari 32.000 amunisi tank, 50.000 peluru mortir, serta puluhan kendaraan berat dan trailer tank.

AS juga mengesahkan pengiriman darurat bom JDAM, rudal Hellfire, serta buldoser Caterpillar D9 yang digunakan dalam operasi di Gaza.

Meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025, Israel disebut terus melakukan pelanggaran dan melancarkan serangan mematikan hampir setiap hari di Gaza.

SUMBER:TRT World & Agencies