BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia terdampak rencana tarif baru AS atas produk terkait tenaga kerja paksa
Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Selasa (2/6) mengusulkan penerapan bea tambahan sebesar 10 hingga 12,5 persen terhadap impor dari sekitar 60 negara, termasuk terhadap produk Indonesia.
Indonesia terdampak rencana tarif baru AS atas produk terkait tenaga kerja paksa
FOTO ARSIP: Kepala Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer. /Reuters

Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam daftar rencana kebijakan tarif baru Amerika Serikat, setelah Washington menilai praktik perdagangan global terkait barang yang diduga melibatkan tenaga kerja paksa masih belum ditangani secara memadai oleh sejumlah mitra dagangnya.

Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Selasa (2/6) mengusulkan penerapan bea tambahan sebesar 10 hingga 12,5 persen terhadap impor dari sekitar 60 negara. Langkah ini merupakan bagian dari hasil investigasi praktik perdagangan tidak adil berdasarkan Section 301 yang kembali dihidupkan setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif darurat sebelumnya pada Februari lalu.

Dalam proposal tersebut, Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) menyebut Indonesia termasuk dalam kelompok negara yang akan dikenai tarif tambahan sebesar 10 persen, bersama sejumlah ekonomi besar lain seperti Uni Eropa, Inggris, Kanada, Meksiko, dan Malaysia.

Sementara itu, sekitar 45 negara lainnya akan menghadapi tarif lebih tinggi sebesar 12,5 persen.

TerkaitTRT Indonesia - Kesepakatan dagang RI–AS perluas akses ekspor dan investasi

Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menegaskan bahwa kebijakan ini dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap praktik tenaga kerja paksa yang dinilai merugikan daya saing pekerja Amerika. 

“Kegagalan mitra dagang utama kami dalam menangani impor barang hasil kerja paksa tidak dapat diterima,” ujarnya. Ia menambahkan kondisi tersebut membuat pekerja AS harus bersaing dalam “arena yang tidak setara”.

Selain tarif, USTR juga mengusulkan mekanisme khusus untuk sektor tekstil yang memungkinkan sebagian produk masuk ke pasar AS dengan tarif lebih rendah, meskipun rincian volume dan tarifnya belum diumumkan.

Kebijakan ini muncul menjelang berakhirnya tarif sementara 10 persen yang diberlakukan sejak 20 Februari, bertepatan dengan putusan Mahkamah Agung yang membatalkan kebijakan tarif darurat sebelumnya. Pemerintah AS juga sebelumnya mengusulkan tarif 25 persen terhadap produk Brasil terkait praktik perdagangan digital.

Lebih jauh, USTR tengah menyiapkan hasil investigasi lain terkait kelebihan kapasitas industri di 16 mitra dagang, termasuk China, yang diperkirakan akan menambah tekanan dalam hubungan perdagangan global.

Meski demikian, sejumlah komoditas dikecualikan dari rencana tarif baru ini, seperti energi, logam tanah jarang, daging sapi, kopi, produk farmasi, bahan kimia organik, hingga suku cadang pesawat.

USTR membuka ruang masukan publik atas kebijakan ini hingga 6 Juli, dengan sidang dengar pendapat dijadwalkan sehari setelahnya.

TerkaitTRT Indonesia - Ancaman tarif AS pada barang transit terhadap eksportir Asia Tenggara
SUMBER:Reuters
Jelajahi
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun
Indonesia dan Australia mulai evaluasi total perjanjian kerja sama ekonomi IA-CEPA
Pemerintah perluas inklusi keuangan melalui penyediaan rekening bagi masyarakat
Kemenkeu pastikan siap tanggung utang Kereta Cepat Whoosh tanpa investor luar
Cadangan devisa naik $146,5 miliar pada Agustus 2026, BI: Ketahanan eksternal tetap solid
Ekspor sawit dorong kinerja perdagangan RI, nilai non migas tembus $160 miliar
Industri galangan kapal Indonesia jadi sasaran investasi perusahaan Korea Selatan
Indonesia bidik investor Jepang, percepat pembangunan infrastruktur nasional
Prabowo dorong Danantara dan Rusia biayai proyek strategis
BI guyur insentif likuiditas demi dongkrak kredit perbankan
Kadin Indonesia-Singapura perkuat kerja sama akses UMKM ke pasar ASEAN
Setengah dari pasokan minyak dunia berasal dari kawasan konflik