DUNIA
2 menit membaca
Iran mengecam AS atas pelanggaran 'nyata' terhadap memorandum gencatan senjata Islamabad
Tehran mengatakan Washington melanggar Memorandum Kesepahaman Islamabad dengan mencabut pembebasan sanksi atas penjualan minyak Iran.
Iran mengecam AS atas pelanggaran 'nyata' terhadap memorandum gencatan senjata Islamabad
Iran mengecam langkah sanksi AS sebagai pelanggaran terhadap memorandum Islamabad. / Reuters

Iran mengutuk AS atas apa yang disebutnya sebagai pelanggaran “terang-terangan” terhadap Nota Kesepahaman Islamabad, perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani antara kedua pihak, setelah Washington mencabut penangguhan sementara sanksi atas penjualan minyak Iran.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan keputusan Departemen Keuangan AS merupakan 'pelanggaran terang-terangan' terhadap Pasal 15 dari nota kesepahaman dan menyatakan Washington bertanggung jawab atas konsekuensinya.

Kementerian mengatakan langkah tersebut, kurang dari 20 hari setelah penandatanganan nota kesepahaman, menegaskan apa yang disebutnya sebagai itikad buruk pemerintah AS, ketidakandalan, dan kegagalan untuk memenuhi komitmennya.

Dikatakannya Iran bertindak 'dengan itikad baik sepenuhnya' dan telah menggunakan semua sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan nota kesepahaman sejak ditandatangani.

Kementerian menuduh Washington berulang kali melanggar nota kesepahaman sambil berusaha membenarkan pelanggaran itu dengan berbagai dalih.

Ia juga memperingatkan konsekuensi dari apa yang disebutnya pelanggaran AS terhadap perjanjian tersebut, mengatakan Iran akan mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu untuk menjaga kepentingan nasional dan keamanannya.

AS melancarkan serangan

Militer AS mengatakan telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sebagai tanggapan atas apa yang disebutnya serangan Iran terhadap tiga kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.

"Pasukan US Central Command telah mulai melancarkan serangkaian serangan kuat terhadap Iran untuk menjatuhkan biaya besar bagi pihak yang menargetkan dan menyerang kapal niaga yang diawaki oleh warga sipil tak bersalah di jalur laut internasional," kata CENTCOM.

"Serangan AS ini merupakan tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal niaga yang sedang melintasi Selat Hormuz. Agresi yang ditunjukkan Iran tidak beralasan, berbahaya, dan jelas merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata," tambah CENTCOM.

CENTCOM tidak memberikan rincian mengenai sasaran atau skala operasi.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Replika masjid dibakar di Irlandia Utara, polisi selidiki dugaan kejahatan kebencian
Rusia klaim tembak jatuh 376 drone Ukraina, serangan picu kebakaran di fasilitas minyak
Kemlu siapkan revitalisasi museum Konferensi Asia-Afrika, fokus pada digitalisasi arsip
20 negara dengan populasi terbesar di dunia
Mediator regional desak AS-Iran meredakan ketegangan dan hidupkan kembali pembicaraan nuklir
Kylian Mbappe cetak gol ke-8 di Piala Dunia, Prancis sukses mengalahkan Maroko 2-0
Indonesia dorong integrasi ekonomi halal D-8 saat KTT ditunda akibat ketegangan Timur Tengah
Menlu Sugiono tegaskan dukungan Indonesia atas multilateralisme di tengah fragmentasi global
Indonesia resmikan B50, konsumsi sawit naik dan warga mulai beralih ke biodiesel
Indonesia serukan deeskalasi di tengah eskalasi serangan AS–Iran di Selat Hormuz
Iran: 14 orang tewas dalam serangan AS di 5 provinsi, operasi kereta api Teheran-Mashhad dihentikan
Keberpihakan dan kontroversi: membayangi Piala Dunia FIFA 2026
TRT menyajikan liputan global untuk KTT NATO
Tanker Pertamina Pride lolos dari Selat Hormuz, bawa 2 juta barel minyak
Türkiye pamerkan kekuatan pertahanan di panel KTT NATO di Ankara
Jerman puji peran strategis Türkiye dalam menjaga stabilitas kawasan di KTT NATO Ankara
Ukir sejarah, atlet panjat tebing Indonesia Desak Rita rebut peringkat satu dunia
Indonesia gandeng Rusia perkuat kemitraan manufaktur di INNOPROM 2026
Trump sebut gencatan dengan Iran 'berakhir' usai serangan baru, tetapi negosiasi dapat berlanjut
Pemimpin NATO membuka hari terakhir KTT di Ankara berfokus pada Arktik, Iran, dan Ukraina