Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pejabat Amerika sedang dievakuasi dari beberapa lokasi di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, sambil memperingatkan bahwa "itu bisa menjadi tempat yang berbahaya."
Berbicara kepada wartawan pada hari Rabu sebelum menghadiri malam pembukaan musikal pemenang penghargaan Les Misérables di Kennedy Center, Trump mengakui adanya penarikan tersebut sambil tetap mempertahankan sikap tegasnya terhadap ambisi nuklir Iran.
"Ya, mereka sedang dipindahkan karena itu bisa menjadi tempat yang berbahaya. Kita lihat saja apa yang terjadi. Kami telah memberikan pemberitahuan untuk pindah," katanya ketika ditanya tentang laporan relokasi pejabat dan personel.
Ketika ditekan mengenai pengurangan ketegangan di kawasan, ia kembali menegaskan posisinya terhadap program nuklir Iran.
"Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sangat sederhana. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kita tidak akan membiarkan itu," tegasnya.
Departemen Luar Negeri AS pada hari Rabu mengizinkan keberangkatan personel dan staf non-esensial dari Irak setelah melakukan penilaian darurat di kedutaan-kedutaan yang berada dalam jangkauan aset Iran di Timur Tengah, Eropa Timur, dan Afrika Utara, menurut laporan The Washington Post.
Pejabat intelijen AS semakin khawatir tentang kemungkinan serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran tanpa persetujuan Washington, tulis surat kabar tersebut.
Sejauh mana evakuasi ini, termasuk apakah mencakup semua staf diplomatik AS, masih belum jelas.
Sebelumnya pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh, mengancam akan menargetkan pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut jika konflik pecah antara kedua negara terkait program nuklir Teheran.
Ia memperingatkan bahwa semua pangkalan AS di kawasan berada dalam jangkauan rudal Iran.
Iran akan "menargetkan mereka di negara tuan rumah mereka tanpa ragu," katanya.
Ancaman tersebut muncul sehari setelah Jenderal Michael Kurilla, komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), memberikan kesaksian di hadapan Kongres, mengatakan bahwa ia telah menyajikan "berbagai opsi" kepada Trump untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Ketegangan ini terjadi menjelang putaran keenam negosiasi nuklir yang dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu di Oman.













