Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan pemerintahnya tidak memiliki bukti adanya hubungan antara Kartel Sinaloa dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, berlawanan dengan klaim terbaru dari Amerika Serikat.
Tuduhan yang mengaitkan Maduro dengan kartel narkoba terbesar di Meksiko dan di belahan bumi Barat itu menjadi kejutan bagi pihak Meksiko.
“Ini pertama kalinya kami mendengar soal ini. Tidak ada penyelidikan dari Meksiko terkait hal tersebut,” kata Sheinbaum.
“Seperti yang selalu kami katakan, jika mereka punya bukti, silakan tunjukkan. Kami tidak memiliki bukti terkait hal itu,” ujarnya dalam konferensi pers.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump pernah menuduh Maduro sebagai gembong narkoba internasional, mengaitkannya dengan organisasi kriminal transnasional seperti geng Tren de Aragua asal Venezuela dan kartel Sinaloa yang terkenal di Meksiko.
Maduro sebelumnya telah membantah klaim AS bahwa dirinya terlibat langsung dalam perdagangan narkoba.
Jaksa Agung AS Pam Bondi mengumumkan di media sosial bahwa pemerintahnya menaikkan jumlah hadiah bagi siapa saja yang memberikan informasi yang dapat mengarah pada penangkapan Maduro.
“Ia adalah salah satu bandar narkoba terbesar di dunia dan ancaman bagi keamanan nasional kami. Karena itu, kami menggandakan hadiahnya menjadi 50 juta dolar AS,” kata Bondi.
Hadiah itu naik dari 25 juta dolar AS yang ditawarkan AS pada Januari lalu.
Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil menanggapi klaim Bondi pada Kamis dengan menyebutnya sebagai “tabir asap paling konyol yang pernah ada.”













