BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Indonesia dan AS perkuat kerja sama pengembangan logam tanah jarang
Mendag Budi Santoso membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta AS di bidang hilirisasi, logam tanah jarang, energi terbarukan, serta penguatan rantai pasok kedua negara.
Indonesia dan AS perkuat kerja sama pengembangan logam tanah jarang
Bagian mengenai material tanah jarang dalam pameran tentang pencapaian manufaktur China, di Beijing. / reuters

Indonesia dan Amerika Serikat memperkuat peluang kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk di sektor strategis seperti logam tanah jarang dan energi terbarukan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso membahas peluang tersebut saat bertemu dengan Kamar Dagang AS atau U.S. Chamber of Commerce di sela-sela Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Milwaukee, Wisconsin, Rabu (30/9).

Dalam pertemuan itu, Budi menyampaikan bahwa Indonesia membuka peluang bagi perusahaan swasta AS untuk berinvestasi dalam berbagai sektor, mulai dari industri hilir dan produksi bernilai tambah hingga pengembangan pemasok.

Menurut Budi, peluang kerja sama juga terbuka pada sektor logam tanah jarang dan energi terbarukan yang dinilai strategis bagi kedua negara.

"Kami melihat potensi besar untuk memperdalam hubungan bisnis Indonesia dan AS, khususnya melalui penguatan perdagangan dan investasi, kerja sama teknologi yang lebih erat, serta rantai pasok yang lebih terintegrasi," kata Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat (2/10).

Budi dan perwakilan komunitas bisnis AS juga membahas perkembangan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik atau Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Budi berharap perjanjian tersebut dapat segera diterapkan dan dimanfaatkan oleh kedua negara untuk memperkuat hubungan perdagangan.

Sementara itu, Wakil Presiden sekaligus Direktur Eksekutif Kebijakan Internasional Kamar Dagang AS Isabelle Icso menyambut positif upaya peningkatan kerja sama bisnis dengan Indonesia.

Icso menyampaikan empat fokus utama B20, yakni mengurangi kebijakan yang membatasi perdagangan, memodernisasi Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menghapus bea masuk untuk perdagangan digital, serta memperkuat investasi lintas batas.

Komunitas bisnis AS juga menawarkan kerja sama dalam peningkatan kapasitas dan penyediaan solusi pembayaran digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia dorong hilirisasi logam tanah jarang untuk industri teknologi
SUMBER:TRT Indonesia
Jelajahi
Inflasi September 3,28 persen, BI optimistis harga tetap terkendali hingga 2027
Indonesia dan China percepat persiapan IDC-CEPA, perkuat ekonomi hijau dan kerja sama AI
Pemerintah pertahankan harga Pertalite meski harga minyak dunia capai $107
Surplus neraca dagang Agustus diprediksi meningkat, inflasi September naik tipis
Ekspor batu bara Indonesia tembus US$18,1 miliar, aturan diperketat
IHSG melemah dan rupiah tembus Rp18.000 di tengah tekanan pasar global
BI perkuat intervensi dan likuiditas saat Rupiah tertekan Dolar AS dan arus modal keluar
Rupiah tertekan dolar AS dan imbal hasil obligasi, jatuh hampir 1 persen sepekan
Danantara dan Thales jajaki kerja sama AI hingga keamanan siber
Indonesia dan Rusia kembangkan potensi teknologi satelit dan AI untuk akses digital
Pasar halal Indonesia capai US$326 miliar pada paruh pertama 2026
Wamenhan RI dan Prancis tinjau program pembangunan dua kapal selam Scorpene Evolved di Surabaya
Arus modal asing capai Rp140,7 triliun, pemerintah siapkan strategi fiskal
BI pertahankan suku bunga 5,75 persen, perkuat insentif lindung nilai
Presiden Prabowo perkuat industri tekstil, dukung 4 juta pekerja dan ekspor Rp12 miliar
Indonesia dorong penguatan kerja sama ekonomi ASEAN dan Korea Selatan
Pemerintah incar potensi penghematan Rp500 triliun dari hilirisasi bioetanol
BPOM Indonesia dan China siapkan kesepakatan baru keamanan obat dan pangan
Perdagangan Indonesia-Rumania cetak rekor tertinggi pada 2026
Kementerian Kehutanan bekukan izin 26 perusahaan terkait kasus karhutla