Platform e-commerce terkemuka di Turkiye, Trendyol, mengumumkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Castle Investments untuk mengembangkan dan mengoperasikan pusat data canggih di ibu kota Turkiye, Ankara.
Proyek yang dinamai "Ankara Data Hub" ini akan menawarkan kapasitas IT sebesar 48 megawatt, menjadikannya salah satu fasilitas terbesar dan tercanggih di kawasan tersebut. Pusat data ini akan bersertifikasi Uptime Tier III dan dirancang untuk memenuhi kebutuhan teknologi perusahaan hyperscaler, penyedia layanan cloud, dan pelaku usaha lokal.
Kemitraan antara Trendyol dan Castle Investments, yang didirikan oleh veteran industri pusat data Tarek Al Ashram, diformalisasi melalui penandatanganan Perjanjian Pemegang Saham di Dubai.
Upacara penandatanganan yang berlangsung pada hari Selasa ini dihadiri oleh pejabat tinggi, termasuk Omar Sultan Al Olama, Menteri Kecerdasan Buatan, Ekonomi Digital, dan Aplikasi Kerja Jarak Jauh Uni Emirat Arab (UEA), serta Mustafa Varank, Ketua Komite Industri, Perdagangan, Energi, Sumber Daya Alam, Informasi, dan Teknologi di Majelis Nasional Agung Turkiye.
“Kepemimpinan Trendyol dibangun di atas solusi teknologi kelas dunia dan penerapan data pintar,” ujar Caglayan Cetin, Presiden Trendyol Group.
“Proyek Pusat Data Ankara akan secara signifikan meningkatkan kualitas layanan kami bagi basis pelanggan lokal dan internasional yang terus berkembang. Ini juga merupakan bukti lebih lanjut atas komitmen kami untuk berinvestasi di Turkiye dan kepercayaan kami terhadap ekosistem digital negara ini,” tambahnya.
Proyek ikonik dan tolak ukur baru regional
CEO Castle Investments, Tarek Al Ashram, menyebut proyek ini sebagai transformasi besar bagi kawasan.
“Kemitraan ini merupakan langkah besar dalam membentuk masa depan infrastruktur digital di kawasan ini,” ujarnya.
“Menggabungkan rekam jejak kami dalam menghadirkan fasilitas pusat data misi-kritis dengan kepemimpinan teknologi dan skala digital Trendyol di Turkiye akan menjadikan Ankara Data Hub sebagai proyek ikonik dan tolak ukur baru di tingkat regional,” lanjutnya.
Fasilitas ini dijadwalkan mulai beroperasi dengan kapasitas IT awal sebesar 9,6 megawatt pada kuartal ketiga tahun 2026. Total biaya pengembangan diperkirakan mencapai sekitar $500 juta, dengan konstruksi yang sudah dimulai di kawasan Temelli, Ankara.
Trendyol diperkirakan akan menempati sebagian besar kapasitas pusat data untuk mendukung ekspansi operasionalnya, sementara kapasitas sisanya akan tersedia bagi pelanggan cloud dan perusahaan lainnya.






















