Tujuh warga tertimbun longsor di Pasaman Barat, satu berhasil diselamatkan

Akibat potensi longsor susulan, sebanyak 96 warga yang bermukim dekat lokasi mengungsi ke wilayah aman di Batas Semut, Sinuruik.

By
Orang-orang tinggal di tepi sungai selama banjir di Padang, Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 27 November 2025. / AFP

Tanah longsor besar melanda kawasan Batang Tinggam, Nagari Sinuruik, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada hari Jumat. Insiden ini menyebabkan tujuh warga tertimbun material longsor, dengan satu orang berhasil ditemukan dalam keadaan hidup.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pasaman Barat kepada Antara News, Afrizal, kejadian terjadi di permukiman yang berada dekat perbukitan serta aliran sungai. Ia menegaskan bahwa enam warga masih tertimbun, sementara satu orang atas nama Rendi telah dievakuasi dan kini dirawat di Puskesmas Talu.

Skala longsor yang terjadi dinilai cukup besar. Dua rumah warga tertutup material dan aliran Sungai Batang Tinggam terblokir oleh timbunan tanah. BPBD melaporkan panjang area terdampak mencapai 600 meter dengan ketinggian material sekitar 10 meter, merusak lahan pertanian yang berada di sekitar lokasi.

Longsor susulan

Enam korban yang belum ditemukan tercatat bernama Yelma Yunita, Rafael, Diam Fernada, Inur, Siam, dan Zahra. Hingga siang hari, upaya pencarian masih berlangsung. Tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD Pasaman Barat, TNI, Polri, perangkat kecamatan, pemerintahan nagari, dan warga setempat terus beroperasi di lapangan. Pemerintah daerah juga menyiapkan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi mengingat kondisi medan yang sulit.

Akibat potensi longsor susulan, sebanyak 96 warga yang bermukim dekat lokasi diminta untuk mengungsi ke wilayah aman di Batas Semut, Sinuruik. Afrizal mengingatkan masyarakat agar menghindari area lereng dan perbukitan karena kondisi tanah masih labil.

Ia juga menyampaikan bahwa 10 dari 11 kecamatan di Pasaman Barat terdampak banjir maupun longsor dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah kabupaten bersama tim penanganan bencana terus menyalurkan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar warga yang mengungsi dapat terpenuhi.