Indonesia dukung upaya diplomasi AS-Iran untuk capai kesepakatan

Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas di tengah situasi yang berkembang. Semua pihak diminta untuk mengedepankan jalur diplomasi untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

By
Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, telah difasilitasi oleh Pakistan melalui forum ‘Islamabad Talks 2026’. / Reuters

Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan atas belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun dialog telah difasilitasi oleh Pakistan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis, 16 April 2026, menyatakan bahwa Indonesia menyambut baik upaya intensif yang telah dilakukan, termasuk peran Pakistan dalam mempertemukan kedua pihak.

“Indonesia menyesalkan belum tercapainya kesepakatan dalam perundingan antara AS dan Iran. Terlepas tentunya dari kerja keras yang dilakukan oleh Pakistan dalam memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak,” ujar Yvonne.

Meski belum menghasilkan kesepakatan, Indonesia menilai bahwa proses perundingan tersebut merupakan fondasi awal yang penting dalam membangun kepercayaan antara Washington dan Teheran.

“Indonesia memandang perundingan ini merupakan langkah awal yang tepat dan yang sangat penting dan perlu terus dilanjutkan,” lanjutnya.

Pentingnya menjaga stabilitas kawasan

Pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas di tengah situasi yang berkembang. Semua pihak diminta untuk mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Selain itu, Indonesia kembali menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, serta kepatuhan pada hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Perundingan yang berlangsung selama sekitar 21 jam di Islamabad pada 11–12 April 2026 itu berakhir tanpa kesepakatan. Pemerintah Pakistan sebagai mediator mendorong agar kedua pihak tetap menjaga momentum positif dan melanjutkan komitmen terhadap gencatan senjata. 

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melakukan kunjungan ke sejumlah negara, di tengah persiapan kemungkinan putaran lanjutan perundingan. Presiden AS Donald Trump juga mengindikasikan bahwa pembicaraan berikutnya dapat kembali digelar di Pakistan dalam waktu dekat.

Indonesia menegaskan akan terus mendukung segala inisiatif diplomasi yang bertujuan meredakan ketegangan dan menjaga perdamaian, baik di kawasan maupun secara global.