DUNIA
2 menit membaca
Iran ancam menyita aset warga negaranya di luar negeri yang 'berkolaborasi' dengan AS dan Israel
Kantor Jaksa Agung Iran mengutip undang-undang yang menetapkan penyitaan semua properti dan hukuman hukum lainnya bagi kerja sama dengan Israel dan AS.
Iran ancam menyita aset warga negaranya di luar negeri yang 'berkolaborasi' dengan AS dan Israel
Lebih dari 1.200 orang telah tewas sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. / AP

Iran akan menyita aset warga Iran di luar negeri 'yang terbukti berkolaborasi' dengan AS dan Israel di tengah perang yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran, kata Kantor Jaksa Agung negara itu.

Dalam pernyataan hari Minggu (8/03), kantor itu mengacu pada undang-undang yang disahkan Oktober lalu, yang menyatakan bahwa setiap kerja sama dengan Israel, AS 'atau negara atau kelompok musuh lainnya tunduk pada 'penyitaan seluruh harta' dan hukuman hukum lainnya sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Islam,' menurut Press TV.

'Setiap tindakan operasional atas nama rezim Zionis (Israel) atau pemerintahan musuh, termasuk pemerintah AS atau rezim dan kelompok musuh lainnya, atau atas nama unsur-unsur afiliasinya, terhadap keamanan negara, mengharuskan penyitaan semua aset, tunduk pada bagian akhir Catatan (5) Pasal (19) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Islam yang disetujui pada 2013/4/21 dengan amandemen dan tambahan berikutnya, dan hukuman mati,' kata Press TV yang mengutip ketentuan undang-undang itu.

Lebih dari 1.200 orang tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, dan lebih dari 10.000 lainnya terluka sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, menurut otoritas Iran.

Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Majelis Ahli Iran pada hari Minggu memilih putra Khamenei, Mojtaba, sebagai Pemimpin Tertinggi baru negara itu.

TerkaitTRT Indonesia - Siapa Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi baru Iran?
SUMBER:AA
Jelajahi
Menlu 12 negara kecam serangan Israel, desak penghormatan kedaulatan Suriah
Belanda buka konsulat kehormatan di Makassar, perluas kerja sama hingga permudah visa
Indonesia bantah tuduhan AS soal praktik transshipment, sebut berbasis asumsi
Menlu Sugiono kunjungi Australia dan Selandia Baru, perkuat diplomasi Asia-Pasifik
Dialog strategis perdana Indonesia-China akan fokus pada penguatan kemitraan ekonomi
Indonesia dan Jerman perkuat kemitraan ekonomi dan transisi energi
Peringati HUT Kemerdekaan RI di Ankara, Indonesia-Türkiye tegaskan kemitraan strategis
Gempa susulan M5,7 guncang Flores, SAR perluas evakuasi kelompok rentan
BNN gagalkan penyelundupan 2,6 ton sabu cair dari Malaysia di perairan Kepri
Perkuat ekspor kayu lestari, RI dan Uni Eropa pererat kemitraan dagang
Cincin Api Pasifik: Fakta penting tentang kawasan paling rawan gempa di dunia
Negara sahabat sampaikan ucapan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia
Palestina sampaikan duka dan solidaritas untuk Indonesia usai gempa mematikan di NTT
Rubio: AS bidik kemitraan mineral kritis dan keamanan maritim dengan Indonesia
Di parlemen Australia, PM Albanese tegaskan Indonesia adalah mitra utama terpenting
Türkiye sampaikan ucapan HUT ke-81 RI, tegaskan kedekatan sebagai ‘Saudara dan Sahabat’
Bantu tanggap gempa NTT, Uni Eropa tawarkan akses satelit Copernicus
Gempa dahsyat 7,7 magnitudo guncang Indonesia, Tim SAR bergerak cepat lakukan penyelamatan mendesak
Indonesia dukung aturan pemberitahuan awal uji rudal balistik jarak jauh
Aktivis serukan boikot Sephora setelah umumkan penjualan produk di Israel