Hampir empat dari 10 kasus kanker di dunia bisa dicegah dengan mengurangi risiko utama: WHO
Studi menemukan bahwa penggunaan tembakau memicu 15 persen kasus kanker baru, diikuti infeksi penyebab kanker sebesar 10 persen dan konsumsi alkohol tiga persen.
Hampir empat dari setiap 10 kasus kanker sebenarnya dapat dicegah jika masyarakat menghindari berbagai faktor risiko, termasuk merokok, minuman keras, polusi udara, dan infeksi tertentu, ungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Penelitian terbaru yang dirilis menjelang Hari Kanker Sedunia memperkirakan bahwa 38 persen dari seluruh kasus kanker baru secara global pada tahun 2022—atau sekitar 7,1 juta kasus—berkaitan dengan penyebab yang dapat dicegah.
Tim peneliti besar, yang melibatkan Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) di bawah naungan WHO, meninjau 30 faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.
Tembakau menjadi faktor utama penyebab kanker, bertanggung jawab atas 15 persen dari total kasus baru, diikuti oleh infeksi pemicu kanker sebesar 10 persen dan konsumsi alkohol sebanyak tiga persen, menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine.
Faktor risiko lainnya mencakup kelebihan berat badan (obesitas), kurangnya aktivitas fisik, radiasi sinar UV, hingga paparan zat berbahaya seperti asbes di lingkungan kerja.
"Ini adalah analisis global pertama yang menunjukkan seberapa besar risiko kanker berasal dari penyebab yang sebenarnya bisa kita cegah," ujar penulis senior studi tersebut, Andre Ilbawi, yang juga memimpin tim pengendalian kanker di WHO, dalam sebuah pernyataan pada Selasa.
Laki-laki hadapi proporsi kasus kanker lebih tinggi
Hampir setengah dari seluruh kasus yang dapat dicegah tersebut merupakan kanker paru-paru, kanker lambung, atau kanker serviks.
Kanker paru-paru dikaitkan erat dengan kebiasaan merokok dan polusi udara, sementara kanker lambung sebagian besar berhubungan dengan bakteri bernama Helicobacter pylori.
Kasus kanker serviks sebagian besar disebabkan oleh human papillomavirus (HPV), yang sebenarnya dapat ditangkal secara efektif melalui vaksinasi.
Laki-laki ditemukan jauh lebih rentan terkena kanker yang dapat dicegah, dengan angka mencapai 45 persen dari kasus baru dibandingkan dengan 30 persen pada perempuan.
Selain itu, hampir seperempat dari seluruh kasus kanker yang dapat dicegah pada laki-laki dipicu oleh rokok, dibandingkan dengan 11 persen pada kelompok perempuan.
Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti mendesak negara-negara agar mengadopsi langkah pengendalian tembakau dan regulasi alkohol yang ketat, serta menggencarkan vaksinasi terhadap infeksi umum seperti HPV, memperbaiki kualitas udara, hingga memastikan lingkungan kerja yang lebih aman, pola makan sehat, dan olahraga.
"Jika kita ingin mengurangi beban kanker, kita juga perlu mengurangi beban penyakit tidak menular (PTM) — tidak terbantahkan lagi bahwa tembakau, alkohol, makanan ultra-proses, dan kualitas udara adalah pendorong utama berbagai jenis kanker," kata Katie Dain, CEO dari NCD Alliance.