Pemerintah Israel telah mengalokasikan 152 juta shekel (US$51 juta) untuk menyiapkan rencana pembangunan bagi 69 permukiman dan pos pemukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki, kata kelompok anti-permukiman Israel Peace Now.
Alokasi itu dibuat melalui pemungutan suara lewat telepon oleh para menteri pekan lalu, kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, seraya menambahkan bahwa pemerintah juga sedang menyiapkan rancangan resolusi untuk mengalokasikan lebih dari 1 miliar shekel ($337 juta) guna mendirikan permukiman dan pos pemukiman ilegal baru di wilayah yang diduduki.
Peace Now mengatakan keputusan tersebut mengalokasikan dana kepada Kementerian Perumahan untuk menyelesaikan prosedur perencanaan awal bagi permukiman yang dilegalkan oleh pemerintah antara 2023 dan 2025, serta menyiapkan rencana untuk memperluas pembangunan permukiman di Tepi Barat yang diduduki.
Tidak ada komentar segera dari pemerintah mengenai laporan tersebut.
Sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di 141 permukiman ilegal dan 224 pos pemukiman di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk 250.000 di 15 permukiman ilegal di Yerusalem Timur.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasukan dan pemukim Israel telah meningkatkan serangan di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, yang melibatkan penangkapan, pembunuhan, perusakan properti, dan penggusuran warga Palestina, bersamaan dengan terus berlanjutnya perluasan permukiman ilegal.













