BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Rupiah kembali melemah ke level terendah, tembus Rp17.630 per dolar AS pada awal pekan
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, “Masyarakat desa tidak menggunakan dolar” ujar Presiden Prabowo kemarin merespons soal pelemahan mata uang.
Rupiah kembali melemah ke level terendah, tembus Rp17.630 per dolar AS pada awal pekan
Nilai tukar Rupiah kembali melemah menjadi Rp17.630 per dolar AS pada Senin (18/5). /Foto: AFP

Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal pekan, seiring sentimen global yang kurang bersahabat dan kekhawatiran investor terhadap kondisi domestik.

Pada perdagangan Senin pagi, rupiah tercatat melemah 33 poin atau sekitar 0,19 persen ke level Rp17.630 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.597. 

Bahkan dalam perdagangan awal, mata uang Indonesia sempat menyentuh rekor terendah baru di kisaran Rp17.668 per dolar AS, turun lebih dari 1 persen.

Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan eksternal dan domestik. 

Kenaikan harga minyak global ke level tertinggi dalam dua pekan serta ketegangan geopolitik turut membebani pasar. Di dalam negeri, kekhawatiran terhadap rencana belanja pemerintah, transparansi pasar, dan independensi bank sentral juga memicu aksi jual. 

TerkaitTRT Indonesia - Rupiah melemah ke level terendah, pemerintah siapkan intervensi pasar obligasi

‘Masyarakat desa tidak menggunakan dolar’

Pelemahan juga dipicu oleh indeks saham utama Jakarta yang anjlok lebih dari 4 persen setelah libur panjang, diperparah oleh keputusan MSCI yang mengeluarkan sejumlah emiten dari indeks Indonesia.

Meski demikian, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kondisi ekonomi nasional tetap kuat. Dalam kunjungannya ke Jawa Timur, ia menyatakan pelemahan rupiah tidak berdampak langsung pada masyarakat desa. 

“Berapapun nilai tukar rupiah terhadap dolar, masyarakat desa tidak menggunakan dolar,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Percayalah ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat.”

Pemerintah berupaya meredam dampak tekanan global dengan meningkatkan anggaran subsidi bahan bakar, sementara bank sentral terus melakukan intervensi di pasar valuta asing. 

Otoritas moneter Indonesia yakni Bank Indonesia dijadwalkan menggelar rapat kebijakan bulanan pada Rabu, 20 Mei 2026 untuk merespons perkembangan tersebut.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Kementerian Kehutanan bekukan izin 26 perusahaan terkait kasus karhutla
Pemerintah pertahankan penempatan dana Rp200 triliun di bank BUMN hingga Juli 2027
Indonesia perluas kemitraan energi dengan Nigeria dan Angola
Indonesia-Kanada perkuat perdagangan dan investasi lewat ICA-CEPA
Bank Indonesia: Utang luar negeri Indonesia capai $454,8 miliar pada Juli 2026
Indonesia dan India perkuat kerja sama telekomunikasi hingga teknologi 6G
Grab akuisisi saham mayoritas Atome Financial senilai Rp26,36 triliun
Indonesia bangun pusat bioetanol di Lampung, target produksi komersial 60 ribu kiloliter
Indonesia dan Bulgaria perkuat kerja sama perdagangan dan investasi
Indonesia jajaki PTA dengan Mercosur demi rintis jalan menuju CEPA
Pasar stabil meski pergantian mendadak Menkeu, Suahasil tegaskan jaga kredibilitas APBN
AS resmi tetapkan bea masuk tinggi untuk impor panel surya dari Indonesia
Indonesia dan China percepat kerja sama energi baru, ekspansi dari PLTS hingga manufaktur
Indonesia dan AS dorong kerja sama ekonomi kreatif jelang WCCE 2026
Kadin buka peluang investasi Swedia di Indonesia, soroti IEU-CEPA dan OECD
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak, ICP Indonesia jadi $89,43 per barel
PT Timah perluas ekspor ke Filipina dan Inggris, bidik Timur Tengah pada 2027
Kemendag dorong UMKM tingkatkan ekspor ke pasar global memanfaatkan teknologi AI
Penerapan B50 hemat devisa negara hingga Rp170 triliun, pangkas impor solar secara signifikan
Pemerintah ambil alih saham pengelola kereta Whoosh, utang direstrukturisasi hingga 80 tahun