Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar operasi penggerebekan skala besar di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu (1/11). Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai peredaran gelap narkotika di pemukiman padat yang berdekatan dengan Pelabuhan Tanjung Priok tersebut.
Dalam operasi gabungan yang melibatkan ribuan personel ini, petugas menggunakan sarana kereta rel listrik (KRL) yang dihentikan tepat di dekat lokasi sasaran untuk mengepung pergerakan sindikat.
Kampung Bahari sendiri dikenal sebagai salah satu titik rawan peredaran narkoba di wilayah Jakarta Utara. Sebelumnya pada Agustus lalu, BNN dan tim gabungan juga pernah menggelar operasi serupa di lokasi yang sama.
Berbeda dari penggerebekan sebelumnya yang sempat mendapat perlawanan ketat, operasi kali ini berlangsung lebih kondusif dan terkendali.
"Situasi yang lebih kondusif memungkinkan petugas menggeledah setiap sudut area sasaran tanpa hambatan berarti yang dapat membahayakan keselamatan personel di lapangan," tulis BNN dalam keterangan resminya, Minggu (1/11).
Dari hasil penggerebekan tersebut, aparat mengamankan 26 orang yang diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran narkoba. Seluruh tersangka kini menjalani pemeriksaan intensif guna membongkar jaringan yang lebih luas di belakangnya.
Selain menangkap puluhan tersangka, tim gabungan menyita sejumlah barang bukti berupa ganja siap edar, puluhan alat isap (bong), hingga mesin pencetak pil ekstasi.
"Di lokasi, kami menyita ratusan gram sabu, serta ganja dan ribuan butir pil ekstasi," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Bismo Teguh Prakoso, sebagaimana dikutip dari TVRI.
Petugas juga mengamankan berbagai jenis senjata tajam dan senjata api, seperti samurai, celurit, anak panah, hingga tombak. Sejumlah telepon seluler, laptop, catatan transaksi penjualan narkoba, serta buku tabungan milik para terduga bandar turut disita sebagai barang bukti.


















