Hezbollah luncurkan roket ke Israel utara sebagai respons serangan terbaru di Lebanon

Kelompok asal Lebanon itu menyatakan serangan balasan akan terus berlanjut hingga agresi Israel dihentikan.

By
Sejak 2 Maret, Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.530 orang dalam serangannya di Lebanon. (ARSIP) / Reuters

Kelompok Hezbollah menyatakan telah meluncurkan roket ke wilayah utara Israel sebagai respons atas serangan terbaru yang dilakukan terhadap Lebanon.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis dini hari, kelompok tersebut mengatakan mereka menargetkan permukiman Israel di Manara dengan roket sebagai balasan atas pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh Israel.

Hezbollah menegaskan bahwa respons mereka akan terus berlanjut “hingga agresi AS-Israel terhadap negara dan rakyat kami dihentikan.”

Sebelumnya, Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa rudal tersebut berhasil dicegat di wilayah Upper Galilee setelah diluncurkan dari Lebanon menuju Israel utara, menyusul sembilan jam situasi relatif tenang.

Surat kabar itu juga menambahkan bahwa sirene serangan udara berbunyi di wilayah Galilee Panhandle setelah peluncuran roket tersebut.

Serangan Israel berlanjut

Perkembangan ini terjadi sehari setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang bertujuan membuka jalan bagi kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran sejak 28 Februari.

Israel menyatakan mendukung gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, namun menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak mencakup Lebanon, berbeda dengan pernyataan pejabat Iran dan Pakistan.

Militer Israel melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran di seluruh wilayah Lebanon pada Rabu, yang menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya, menurut data Pertahanan Sipil Lebanon.

Sejak 2 Maret, serangan Israel ke Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.530 orang.