Thailand menutup penyelenggaraan SEA Games ke-33 di Bangkok dengan posisi puncak klasemen medali, meski pesta olahraga Asia Tenggara itu dibayangi konflik perbatasan mematikan dengan Kamboja.
Menurut laporan AFP, Thailand mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah keikutsertaannya dengan meraih 233 medali emas, jauh meninggalkan Indonesia di posisi kedua dengan 91 emas, disusul Vietnam yang mengoleksi 87 emas.
Upacara penutupan digelar di Stadion Nasional Rajamangala pada Sabtu malam, menampilkan pertunjukan tari, musik, serta kembang api berwarna-warni. Atlet dari 10 negara berparade membawa bendera nasional masing-masing, menandai berakhirnya ajang dua tahunan tersebut.
Namun, kontingen Kamboja tidak terlihat dalam seremoni tersebut. Negara itu menarik seluruh atletnya sehari setelah pembukaan SEA Games pada 9 Desember, dengan alasan kekhawatiran keamanan akibat konflik perbatasan yang kembali memanas dengan Thailand.

Ketegangan politik
Ketegangan di wilayah perbatasan kedua negara dilaporkan telah menewaskan puluhan orang dan memaksa lebih dari 800 ribu warga mengungsi, menciptakan bayang-bayang krisis di tengah perhelatan olahraga regional.
Banjir besar di Thailand selatan menjelang pembukaan memaksa panitia memindahkan sejumlah cabang olahraga ke Bangkok dan Chonburi. Wilayah selatan sebelumnya dijadwalkan menjadi tuan rumah bagi banyak dari total 50 cabang perebutan medali.
Ajang ini menandai kembalinya Thailand sebagai tuan rumah SEA Games untuk pertama kalinya sejak 2007. Kompetisi tersebut pertama kali digelar di Bangkok pada 1959, dan dikenal luas karena mengakomodasi cabang olahraga khas kawasan, seperti sepak takraw dan pencak silat.
Meski banjir dan ketegangan politik lebih dari 12.000 atlet tetap berlomba dalam kompetisi selama hampir dua pekan, mencatatkan berbagai momen prestasi dan persaingan ketat.
Dalam upacara penutupan, bendera SEA Games secara simbolis diserahkan kepada Malaysia, yang akan menjadi tuan rumah edisi berikutnya pada 2027, sementara Singapura dijadwalkan menyelenggarakan pesta olahraga ini pada 2029.




















