Rapper Kanye West atau Ye tampil mencuri perhatian lewat konser bersejarah di Stadion Olimpiade Atatürk, Istanbul, pada 30 Mei 2026. Ia menarik sekitar 118.000 penonton dalam apa yang ia sebut di atas panggung sebagai “penampilan stadion terbesar sepanjang masa.”
Konser berdurasi dua jam itu menjadi penampilan perdana Ye di Türkiye sekaligus konser besar pertamanya di Eropa sejak 2014.
Sejak beberapa jam sebelum dimulai, stadion yang biasanya berkapasitas sekitar 75.000 orang sudah dipadati penonton. Lautan massa terlihat diterangi kembang api, laser, hingga panggung berbentuk bola bercahaya yang menjadi pusat perhatian.
Acara tersebut juga disiarkan langsung melalui YouTube, sehingga bisa disaksikan penonton dari berbagai belahan dunia.
Penggemar internasional berdatangan ke Istanbul dari berbagai negara. Ribuan orang datang dari seluruh Eropa dan Timur Tengah, termasuk Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Italia, Rusia, Polandia, Kazakhstan, dan negara lainnya. Banyak di antara mereka tetap berangkat meski ada pembatalan dan larangan di sejumlah negara Barat terkait kontroversi yang melibatkan West.
Penyelenggara memperkirakan konser ini memberi dampak besar bagi sektor pariwisata, dengan nilai ekonomi yang diproyeksikan mencapai 50–100 juta dolar AS dari akomodasi, transportasi, kuliner, hingga belanja lokal.
Meski masih berupa estimasi penyelenggara, antusiasme kedatangan penonton internasional sudah terlihat jelas di Istanbul sejak beberapa hari sebelum konser digelar.
Di atas panggung, West menyampaikan langsung kepada penonton yang bergemuruh: “Saya hanya ingin memberi tahu kalian, kita baru saja memecahkan rekor, 118.000, penampilan stadion terbesar sepanjang masa.” Angka tersebut menjadikannya sebagai konser stadion bertiket dengan jumlah penonton tertinggi yang tercatat, melampaui sejumlah rekor sebelumnya di Amerika Serikat.
Media sosial pun langsung dipenuhi euforia. Cuplikan penonton yang menyanyikan lagu seperti “Can’t Tell Me Nothing” viral di berbagai platform. Sejumlah tamu internasional ikut membagikan momen tersebut, termasuk penyanyi Nigeria-Amerika Rotimi yang menyebut tampil di hadapan “70.000+ penonton” dan menjadi “bagian dari sejarah.”
Para penggemar dan figur publik ramai-ramai memuji konser ini sebagai comeback besar serta bukti kuatnya daya tarik global West.
Unggahan lain banyak menyoroti skala kerumunan, dengan video stadion yang dipenuhi puluhan ribu cahaya ponsel dan penonton yang ikut bernyanyi lagu-lagu klasik seperti “Stronger.”
Akun hiburan dan halaman penggemar menyebut konser ini sebagai salah satu pertunjukan rap terbesar yang pernah digelar di Eropa.
Rapper berusia 48 tahun itu dijadwalkan tampil di Belanda pada 6 dan 8 Juni.
West sebelumnya juga menghadapi penolakan di berbagai negara, termasuk karena perilisan lagu “Heil Hitler” yang dianggap mempromosikan Nazisme.
Pada April, Inggris menolak masuknya West dengan alasan kehadirannya tidak dinilai untuk kepentingan publik, sehingga membatalkan penampilannya di Wireless Festival London.
Pada bulan yang sama, konsernya di Marseille juga ditunda setelah laporan bahwa pemerintah Prancis berupaya memblokir acara tersebut, sementara pertunjukan di Polandia turut dibatalkan.












