Pemimpin Hizbullah bersumpah akan menghadapi Israel 'sepenuhnya'

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Naim Qassem menyebut peluncuran rudal terbaru sebagai respons atas 15 bulan pelanggaran Israel dan tewasnya pemimpin tertinggi Iran.

By
Pemimpin Hezbollah mengatakan kelompoknya akan membela diri 'berapa pun harganya'. [Arsip] / Reuters

Sekretaris Jenderal Hezbollah, Naim Qassem, menegaskan kelompoknya akan menghadapi Israel “hingga titik akhir” dan siap membela diri apa pun risikonya.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Qassem menyebut peluncuran rudal Hizbullah ke wilayah Israel sebagai “respons atas 15 bulan pelanggaran Israel, termasuk pembunuhan Khamenei.”

“Pilihan kami adalah menghadapi musuh sampai batas maksimal, dan kami tidak akan menyerah,” ujarnya.

Qassem mengklaim serangan Israel selama 15 bulan terakhir telah menewaskan sekitar 500 orang.

“Selama pendudukan masih ada, perlawanan dan senjatanya adalah hak yang sah,” tambahnya.

Ketegangan meningkat

Ketegangan di Lebanon kembali memanas setelah Hizbullah pada Senin menargetkan sebuah lokasi militer di Israel utara menggunakan roket dan drone.

Serangan tersebut, menurut Hizbullah, merupakan balasan atas rangkaian serangan udara Israel yang terus berlanjut serta tewasnya Ali Khamenei.

Militer Israel kemudian melancarkan serangkaian serangan udara yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 72 orang dan melukai hampir 450 lainnya.

Tentara Israel juga melakukan serangan darat ke wilayah Lebanon selatan.

Israel disebut berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan Hizbullah yang ditandatangani pada November 2024, dengan melancarkan serangan hampir setiap hari yang menyebabkan ratusan korban tewas dan luka-luka.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel terus menggencarkan serangan berskala besar terhadap Iran sejak Sabtu lalu.

Laporan menyebutkan hampir 900 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior.