PERANG GAZA
2 menit membaca
Universitas Indonesia berikan klarifikasi karena undang pembicara pro-Israel
UI sampaikan permintaan maaf setelah mengundang profesor Amerika Peter Berkowitz, yang dikenal karena pandangan pro-Israel, ke acara pascasarjana baru-baru ini. Pihak universitas mengakui pemeriksaan latar belakang yang buruk.
Universitas Indonesia berikan klarifikasi karena undang pembicara pro-Israel
University of Indonesia's Rectorate building. (Foto: Univ Indonesia)
26 Agustus 2025

Universitas Indonesia (UI), institusi pendidikan tinggi tertua di Indonesia, telah menyampaikan permintaan maaf setelah menghadapi reaksi keras atas undangan seorang akademisi pro-Israel ke sebuah acara akademik universitas tersebut baru-baru ini. 

Pihak universitas mengakui bahwa mereka lalai dalam melakukan pemeriksaan latar belakang secara menyeluruh sebelum memberikan undangan tersebut.

Kontroversi ini bermula dari partisipasi Prof. Peter Berkowitz, seorang peneliti senior di Hoover Institution, Stanford University, AS yang diundang untuk berbicara dalam program orientasi mahasiswa pascasarjana UI. Berkowitz sebelumnya membela tindakan Israel di Gaza, pandangan yang sangat kontras dengan dukungan jangka panjang Indonesia dan kebijakan luar negeri terhadap kemerdekaan Palestina.

Dalam pernyataan resmi, juru bicara UI, Arie Afriansyah, mengakui kesalahan tersebut dan menekankan bahwa insiden tersebut akan menjadi pelajaran bagi institusi pendidikan terbaik negara ini. 

"Kami mengakui telah kurang hati-hati. Kami dengan tulus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kesalahan yang terjadi dalam pemeriksaan latar belakang," ujarnya.

Arie menekankan bahwa sikap UI terhadap gerakan pro-Palestina tetap tidak berubah, ia menegaskan kembali komitmen universitas dalam mendukung perjuangan Indonesia yang lebih luas melawan kolonialisme. Ia menjelaskan bahwa Berkowitz diundang semata-mata karena keahlian akademisnya, dan menyebutnya sebagai salah satu tokoh terkemuka di bidangnya.

Dalam pidatonya, Berkowitz berfokus pada hubungan antara pendidikan dan demokrasi, dan menekankan tantangan unik yang ditimbulkan oleh populasi Indonesia yang besar dan beragam, menurut laporan Jakarta Globe.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya kehati-hatian dan kepekaan dalam memilih pembicara internasional, terutama ketika pandangan mereka mungkin menyentuh isu-isu yang berkaitan erat dengan prinsip-prinsip kebijakan luar negeri Indonesia.

TerkaitTRT Global - Indonesia kecam upaya pendudukan Gaza sepenuhnya oleh Israel sebagai ‘pelanggaran berat’

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi
Jelajahi
Pintu rapuh Rafah: Bagaimana 'gencatan senjata' Gaza menyembunyikan blokade yang terus berlanjut
OKI gelar pertemuan darurat terkait rencana 'aneksasi de facto' Israel di Tepi Barat
AS sebut mereka menentang aneksasi Tepi Barat, lalu mengapa mereka melayani para pemukim ilegal?
Lebih dari 65.000 warga sipil Israel ilegal memasuki kompleks Al-Aqsa pada tahun 2025: laporan
Jaksa Agung Israel memanggil Netanyahu dalam penyelidikan kebocoran dokumen rahasia
Raja Yordania apresiasi Prabowo atas konsistensi Indonesia dukung Palestina dan solusi dua negara
Distribusi Pasukan Perdamaian di Jalur Gaza
Membungkam Yerusalem: Larangan Israel pada media Palestina adalah upaya tutupi kejahatan zionis
Masjid dibakar di Tepi Barat yang diduduki sementara kekerasan ilegal penghuni Israel meningkat
Ramadan di Gaza: Warga Palestina berduka atas hilangnya tradisi di tengah perjuangan bertahan hidup
Hari kelima Ramadan, puluhan pemukim ilegal Israel serbu Masjid Al-Aqsa
14 negara, 3 organisasi kecam pernyataan Dubes AS soal ekspansi wilayah Israel di Timur Tengah
Dana rekonstruksi Gaza siap menerima donasi: Kepala Bank Dunia
AS: Indonesia ditunjuk sebagai wakil komandan pasukan ISF di Gaza
5 negara termasuk Indonesia berkomitmen kirimkan pasukan ke Gaza dalam KTT Dewan Perdamaian (BoP)
Inilah semua yang perlu Anda ketahui tentang Dewan Perdamaian Gaza Trump
Türkiye kecam upaya 'aneksasi' Israel di Tepi Barat yang diduduki selama sidang DK PBB
Israel memerintahkan penyitaan lahan di Tepi Barat Utara yang diduduki, target situs arkeologi kunci
Menteri ekstremis Israel desak pemindahan paksa warga Palestina dari Tepi Barat dan Gaza
Indonesia dan 7 negara lainnya mengutuk deklarasi Israel atas tanah di Tepi Barat