DUNIA
2 menit membaca
Prabowo sambut Lukashenko di Jakarta, Indonesia dan Belarus siap perkuat kerja sama
Bagi Indonesia, Belarus dipandang sebagai mitra strategis di kawasan Eurasia, khususnya karena perannya sebagai anggota penting Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).
Prabowo sambut Lukashenko di Jakarta, Indonesia dan Belarus siap perkuat kerja sama
Presiden Prabowo menyambut Presiden Belarus Lukashenko di Istana Negara, Jakarta, 2 Juli 2026. /Foto: AFP

Presiden Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, dalam sebuah seremoni resmi yang menandai penguatan hubungan kedua negara di tengah dinamika kawasan Eurasia.

Rombongan Presiden Lukashenko tiba di kompleks Istana sekitar pukul 11.23 WIB dengan pengawalan ketat, termasuk 17 motoris dan 80 pasukan berkuda dari Batalyon Kavaleri Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Kedua kepala negara kemudian berjabat tangan dan mengikuti upacara kenegaraan yang ditandai dengan pengumandangan lagu kebangsaan masing-masing negara. Setelah itu, Prabowo dan Lukashenko melakukan inspeksi pasukan kehormatan sebagai bagian dari protokol resmi kunjungan.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia–Belarus siapkan peta jalan kerja sama 2026–2030 jelang kunjungan Lukashenko

Usai seremoni, kedua pemimpin menggelar pertemuan tertutup di ruang kerja Presiden untuk membahas arah kerja sama strategis ke depan. Pertemuan tertutup itu juga dihadiri oleh sejumlah menteri terkait dari kedua negara.

Salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah peluncuran “Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030” yang akan menjadi kerangka penguatan kemitraan kedua negara.

“Peta jalan tersebut akan menjadi acuan penguatan kerja sama di berbagai bidang termasuk ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi,” demikian disampaikan dalam agenda resmi kunjungan tersebut.

Bagi Indonesia, Belarus dipandang sebagai mitra strategis di kawasan Eurasia, khususnya karena perannya sebagai anggota penting Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). 

Hubungan ekonomi kedua pihak juga semakin terbuka setelah penandatanganan perjanjian perdagangan bebas Indonesia–EAEU pada Desember 2025, yang diharapkan mendorong peningkatan perdagangan dan investasi bilateral.

SUMBER:TRT Indonesia & Agensi