Tanah longsor melanda lokasi tambang emas ilegal di Provinsi Gorontalo, menewaskan sedikitnya lima orang penambang, menurut laporan keterangan kepolisian yang dikutip Anadolu yang mengutip Jakarta Globe pada Kamis (13/8).
Peristiwa itu terjadi pada Rabu sore di Desa Hulawa, Kabupaten Pohuwato, ketika para pekerja tengah beraktivitas di area tambang. Tanah dari lereng di sekitar lokasi tiba-tiba runtuh dan menimbun para penambang di bawah material longsoran.
Juru bicara Kepolisian Gorontalo, Marupa Sagala, mengatakan seluruh korban merupakan warga Kabupaten Boalemo yang berada di wilayah tetangga.
“Jenazah para korban telah ditemukan dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Tim penyelamat masih melakukan pencarian di lokasi kejadian hingga Kamis untuk memastikan tidak ada korban lain yang masih tertimbun. Berdasarkan informasi awal, satu orang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat dari insiden tersebut.
Sementara pencarian masih berlanjut, polisi mengatakan bahwa jumlah korban tewas akan naik. Kepolisian juga menambahkan bahwa tambang ilegal di Hulawa ini telah menjadi target operasi kepolisian.
Kasus ini kembali menyoroti risiko tinggi yang dihadapi pekerja di tambang ilegal, yang kerap beroperasi tanpa standar keselamatan memadai.

























