DUNIA
2 menit membaca
Penerbangan pesawat kecil dibatasi di China setelah kecelakaan fatal di Beijing
Seorang pilot tewas sementara 13 orang lainnya terluka setelah sebuah pesawat kecil jatuh menabrak gedung pencakar langit tertinggi di Beijing pada hari Jumat lalu.
Penerbangan pesawat kecil dibatasi di China setelah kecelakaan fatal di Beijing
Tampak bagian yang rusak setelah sebuah pesawat kecil menabrak Menara CITIC di Beijing pada 27 Juni 2026. / AP

China telah membatasi operator penerbangan swasta untuk menerbangkan pesawat sayap tetap ringan setelah sebuah pesawat kecil menabrak gedung tertinggi di Beijing pekan lalu, lapor Financial Times yang berbasis di Inggris pada hari Senin.

Pilot tewas dan 13 orang lainnya terluka ketika pesawat menabrak Menara CITIC, gedung pencakar langit tertinggi di Beijing yang juga dikenal sebagai China Zun, pada hari Jumat.

Mengutip tiga operator pesawat baling-baling kecil dan sebuah perusahaan pesawat layang, laporan itu mengatakan mereka telah dibumikan setelah insiden tersebut.

Laporan itu menambahkan bahwa layanan terjun payung dan paralayang juga telah ditangguhkan berdasarkan perintah pengendalian ruang udara nasional yang mencakup penerbangan rekreasi.

Belum ada jadwal waktu yang diumumkan untuk pembatasan tersebut, kata laporan itu.

Pesawat yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah Sunward SA60L Aurora produksi dalam negeri, pesawat sport ringan dua tempat duduk.

Video dari lokasi menunjukkan puing-puing jatuh dari menara setinggi 528 meter setelah benturan, sementara bagian ekor pesawat terlihat di tanah.

Otoritas setempat di Beijing mengatakan penyelidikan sedang berlangsung untuk menentukan penyebab kecelakaan itu.

Kegiatan pesawat di China di luar kargo dan penerbangan komersial turun tajam pada hari Sabtu setelah insiden tersebut, kata laporan itu, mengutip layanan pelacakan penerbangan Flightradar24.

Awal tahun ini, otoritas di Beijing memperkenalkan aturan baru yang melarang penerbangan kendaraan udara tak berawak di sebagian besar wilayah ibu kota.

SUMBER:TRT World & Agencies