Seorang penjaga perdamaian PBB tewas dan seorang lagi mengalami luka kritis setelah sebuah proyektil meledak di sebuah pos UNIFIL dekat desa selatan Lebanon, Adchit al-Qusayr, kata misi itu.
"Kami tidak mengetahui asal muasal proyektil itu. Kami telah memulai penyelidikan untuk menentukan seluruh keadaan," kata UNIFIL dalam sebuah pernyataan.
UNIFIL ditempatkan di Lebanon selatan untuk memantau permusuhan di sepanjang garis demarkasi dengan Israel, sebuah wilayah yang menjadi pusat bentrokan antara pasukan Israel dan pejuang Hezbollah.
Misi tersebut, yang dijadwalkan berakhir pada 2026, telah terlibat dalam insiden yang melibatkan baik Israel maupun Hezbollah dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 6 Maret, angkatan bersenjata Ghana mengatakan markas batalion penjaga perdamaian PBB mereka di Lebanon dihantam serangan rudal, menyebabkan dua tentara terluka kritis.
Militer Israel kemudian mengakui bahwa tembakan tanknya mengenai sebuah pos PBB pada hari itu, yang melukai para penjaga perdamaian Ghana.
Militer mengatakan pasukannya merespons tembakan rudal anti-tank dari Hezbollah, yang menyebabkan dua tentaranya terluka sedang.
"Sekali lagi, kami meminta semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat," kata UNIFIL.











