PERANG GAZA
3 menit membaca
Israel melakukan 'kejahatan perang' dengan mengusir warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, kata HRW
Human Rights Watch mengatakan Israel mengosongkan tiga kamp pengungsi dengan 32.000 penduduk Palestina sebagai bagian dari "serangan yang meluas atau sistematis yang ditujukan kepada penduduk sipil" di wilayah yang diduduki.
Israel melakukan 'kejahatan perang' dengan mengusir warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, kata HRW
Wanita Palestina berjalan di samping tentara Israel, di tengah agresi militer Israel yang berlangsung di kamp Jenin, di Tepi Barat yang diduduki. / Reuters

Human Rights Watch (HRW) mengatakan Israel mengusir puluhan ribu warga Palestina dari tiga kamp pengungsi di Tepi Barat yang diduduki pada bulan Januari, dalam pelanggaran hukum internasional yang setara dengan 'kejahatan perang'.

Laporan hari Kamis menelaah operasi yang disebut Israel 'Operation Iron Wall', serangan militer besar-besaran terhadap warga Palestina yang dimulai di kamp pengungsi Jenin pada 21 Januari sebelum meluas ke kamp Tulkarem dan Nur Shams serta wilayah lain di kawasan utara Tepi Barat yang diduduki.

Menurut HRW, serangan itu mengosongkan ketiga kamp tersebut dari sekitar 32.000 penghuni, sehingga menjadi pengusiran terbesar warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki sejak 1967.

Seorang warga yang diusir, Nadim M., seorang ayah berusia 60 tahun dari empat anak, mengatakan kepada kelompok itu bahwa tentara Israel 'mengikatnya dengan kabel pengikat, menggeledah rumahnya, lalu memerintahkan dia dan keluarganya untuk pergi, memberi peringatan bahwa jika mereka berbelok ke kiri atau kanan mereka akan menjadi sasaran penembak jitu Israel yang ditempatkan di tempat tinggi di dekatnya'.

'Pemindahan paksa penduduk'

HRW mengatakan pasukan Israel menghancurkan 850 rumah dan bangunan lain milik warga Palestina dan gagal mengambil 'langkah berarti untuk memastikan evakuasi warga sipil yang aman dan bermartabat', termasuk mengabaikan kebutuhan orang-orang dengan disabilitas.

'Pasukan Israel melakukan pemindahan paksa yang melanggar hukum pendudukan menurut hukum humaniter internasional yang setara dengan kejahatan perang,' kata kelompok itu.

Kelompok itu menambahkan bahwa tindakan tersebut juga merupakan 'pemindahan paksa penduduk dan tindakan tidak manusiawi lainnya sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematis yang ditujukan kepada populasi sipil, yang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan menurut Statuta Roma Pengadilan Pidana Internasional'.

HRW mendesak Israel menghentikan pembongkaran, mengizinkan penduduk kembali, memenuhi kebutuhan kemanusiaan dan bekerja sama dengan penyelidikan PBB dan Pengadilan Pidana Internasional.

Menanggapi pertanyaan Anadolu Agency, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan organisasi tersebut menyadari laporan itu.

'Kami telah berbicara tentang apa yang terjadi di Tepi Barat untuk waktu yang cukup lama,' katanya, menambahkan bahwa pejabat PBB telah menyampaikan kekhawatiran 'baik secara pribadi maupun publik kepada otoritas Israel'.

Aksi agresi Israel di Tepi Barat yang diduduki meningkat sejak meletusnya genosida di Gaza pada Oktober 2023.

Pasukan Israel dan pemukim Zionis bersenjata telah membunuh lebih dari 1.076 warga Palestina dan melukai 10.700 lainnya, sementara lebih dari 20.500 warga Palestina telah diculik oleh pasukan Israel, menurut otoritas setempat.

Dalam pendapat bersejarah pada Juli lalu, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina ilegal dan menyerukan pengosongan semua pemukiman di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur yang diduduki.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Indonesia, negara Muslim gelar pertemuan di Yordania perkuat dukungan bagi Yerusalem dan Palestina
Indonesia kecam serangan Israel di Gaza, desak penghentian operasi militer
Indonesia kecam eskalasi kekerasan di Tepi Barat, desak dialog diplomasi
Relawan Indonesia laporkan Netanyahu ke Kejagung atas dugaan kejahatan kemanusiaan armada Gaza
Gembala-gembala Palestina kehilangan tanah seiring pemukiman Israel meluas
Penduduk Israel ilegal menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa, meneriakkan slogan-slogan provokatif
AS luncurkan serangan baru terhadap Iran saat Trump mengatakan kesepakatan masih 'mungkin' tercapai
Palestina desak PBB bertindak terkait penahanan Direktur RS Gaza Dr Hussam Abu Safiya
Israel teken kesepakatan US$2,3 miliar untuk perluas permukiman ilegal di Tepi Barat
Israel kembali membunuh 8 warga Palestina di Gaza, termasuk anak berusia 9 tahun bernama Tala
Juru bicara Hamas Hazem Qassem dilaporkan selamat dari upaya pembunuhan oleh Israel
Apa yang akan terjadi selanjutnya saat Hamas menyerahkan administrasi Gaza ke panel yang didukung PBB?
5 hal yang perlu diketahui tentang pembubaran pemerintah Gaza
Tiga anak termasuk dalam 10 warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel di Gaza
Bagaimana sebuah kasus pengadilan dapat menghentikan aliran dana negara bagian AS ke kas perang Israel
Israel menghancurkan pendidikan di Gaza, dan dengan demikian, masa depan anak-anak
Hamas tuduh Israel ciptakan 'kekosongan administrasi' di Gaza
Bayi Palestina meninggal setelah ambulans terhambat di pos pemeriksaan Israel
Israel setujui 13 permukiman ilegal, Palestina memperingatkan isolasi Yerusalem Timur yang diduduki
Bagaimana hegemoni hidro Israel telah menyebabkan kekurangan air dan krisis kemanusiaan di Gaza