DUNIA
3 menit membaca
Gempa dahsyat 7,7 magnitudo guncang Indonesia, Tim SAR bergerak cepat lakukan penyelamatan mendesak
Gempa bumi besar mengguncang Flores, menewaskan setidaknya 20 orang dan membuat warga menuju perbukitan saat ketakutan tsunami menyebar.
Gempa dahsyat 7,7 magnitudo guncang Indonesia, Tim SAR bergerak cepat lakukan penyelamatan mendesak
Petugas penyelamat bekerja di tengah puing-puing bangunan yang rusak pascagempa di Maumere, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. / Reuters

Gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang lepas pantai Pulau Flores di Indonesia timur, membuat ribuan orang berlarian panik dan sedikitnya 20 orang dipastikan tewas setelah pihak berwenang mengeluarkan peringatan tsunami.

Warga di kabupaten Nagekeo, wilayah yang paling dekat dengan episentrum gempa pada Sabtu, bergegas ke dataran tinggi saat laut surut — kemungkinan tanda mendekatnya tsunami.

Peringatan tersebut kemudian dicabut.

Episentrum gempa yang dangkal itu terletak lepas pantai utara pulau, sekitar 68 kilometer barat laut kota pesisir Ende, menurut pihak Amerika Serikat dan Indonesia.

Getaran awal disusul oleh gempa susulan kuat di area yang sama, termasuk satu dengan magnitudo 6,1.

"Tiba-tiba gempa mulai mengguncang dan saya panik," kata Lukas Lotar, 31 tahun, petugas layanan pelanggan rumah sakit dan warga Maumere, kepada AFP.

"Pasien juga lari meninggalkan rumah sakit, guncangannya besar. Saya melihat beberapa dinding retak," katanya.

Seorang warga di Nagekeo, Yohanes Babo, 56, mengatakan ia sedang di pasar ketika tanah mulai bergetar.

"Guncangannya kuat. Syukurlah kami sudah berada di luar rumah," katanya kepada AFP.

"Orang-orang panik, berlari ke sana kemari. Untuk sementara kami mengungsi... dan berusaha menuju perbukitan," tambahnya, seraya mengatakan: "Keluarga saya selamat. Tidak ada yang terluka."

Imbauan evakuasi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kemungkinan gelombang tsunami setelah gempa dan menganjurkan warga untuk menuju dataran tinggi.

"Kami sangat menghimbau masyarakat di sepanjang pantai utara Flores dan di bagian selatan, di pulau-pulau selatan serta seluruh wilayah selatan, untuk segera melakukan evakuasi mandiri," ujar Abdul Muhari, pejabat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Warga diminta "menjauhi pantai, baik dengan bergerak lebih dari dua kilometer ke dalam daratan atau naik ke daerah perbukitan yang lebih dari 10 meter tinggi," katanya kepada stasiun penyiaran lokal Kompas TV.

Direktur gempa bumi dan tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan pemodelan tsunami menunjukkan potensi gelombang di provinsi Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat.

Peringatan dikeluarkan untuk gelombang berkisar antara 0,5 hingga 3 meter (1,6 hingga 9,8 kaki), namun kemudian dicabut.

"Kami telah mengakhiri (peringatan tsunami) tetapi kami akan terus memantau ketinggian muka air laut," kata Wijayanto, yang seperti banyak orang Indonesia, hanya memakai satu nama.

Warga di kota Maumere di Pulau Flores terlihat mengungsi ke dataran tinggi, kata seorang koresponden AFP.

Gambar yang disiarkan di televisi Indonesia memperlihatkan ratusan orang di kabupaten Nagekeo yang mengevakuasi diri dari antara reruntuhan bangunan yang rusak.

Pihak berwenang belum melaporkan adanya korban jiwa, tetapi menyatakan gelombang tsunami antara 19 dan 30 sentimeter telah terdeteksi.

Cincin Api

Indonesia dan negara tetangga kerap mengalami gempa bumi karena posisi mereka berada di "Cincin Api Pasifik" — busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.

Di antara sejarah gempa mematikan di Indonesia adalah guncangan dahsyat berkekuatan 9,1 pada 2004 yang terjadi lepas pantai Sumatra dan memicu tsunami yang menewaskan 220.000 orang di seluruh kawasan, termasuk sekitar 170.000 di Indonesia.

Tragedi pada Hari Boxing Day itu menjadi salah satu bencana alam paling mematikan dalam catatan sejarah.

Pada 2018, gempa kuat mengguncang Pulau Lombok dan beberapa gempa susulan menyusul selama beberapa minggu berikutnya, menewaskan lebih dari 550 orang di pulau wisata itu dan di Sumbawa yang berdekatan.

Di akhir tahun itu, gempa berkekuatan 7,5 dan tsunami berikutnya di Palu, Sulawesi, menewaskan atau membuat lebih dari 4.300 orang hilang.

SUMBER:TRT World & Agencies