Krisis iklim adalah krisis kesehatan: WHO
Organisasi Kesehatan Dunia menyerukan para pemimpin dunia untuk memperlakukan krisis iklim sebagai krisis kesehatan dan mendorong rencana adaptasi yang berfokus pada kesehatan di pertemuan COP mendatang.
World Health Organization (WHO) menegaskan bahwa sudah saatnya pembahasan formal mengenai isu kesehatan dimasukkan dalam negosiasi iklim di konferensi COP, karena krisis iklim juga merupakan krisis kesehatan.
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menghadiri konferensi iklim COP30 yang digelar PBB di Belem, Brasil, pekan lalu, di mana ia menyerukan agar isu kesehatan mendapat perhatian lebih besar dalam diskusi tentang perubahan iklim.
“Kesehatan adalah alasan paling kuat untuk bertindak terhadap perubahan iklim, tetapi selama ini kesehatan hanya menjadi catatan kaki dalam negosiasi iklim,” kata Tedros dalam konferensi pers di Jenewa.
“Jauh lebih mudah meyakinkan orang untuk melindungi kesehatan mereka sendiri atau anak-anak mereka daripada melindungi gletser atau ekosistem. Keduanya penting, tetapi yang satu jauh lebih dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.”
Ia menambahkan, Kamis akan menjadi “hari khusus kesehatan” di COP30, saat tuan rumah Brasil dijadwalkan mengumumkan rencana adaptasi krisis iklim yang berfokus pada kesehatan, termasuk langkah-langkah membantu negara-negara memperkuat sistem kesehatan dan menghadapi dampak kesehatan akibat perubahan iklim.
“Krisis iklim adalah krisis kesehatan,” tegas Tedros.
Kepala lingkungan dan perubahan iklim WHO, Rudiger Krech, menambahkan, “Selama ini kita telah melihat banyak diskusi tentang kesehatan di COP, tetapi belum ada ruang resmi untuk negosiasi terkait isu kesehatan.”
“Sudah saatnya kesehatan menjadi bagian dari negosiasi formal, dan kami berharap hal ini terwujud pada COP31 tahun depan,” ujarnya.