Indonesia kembali mencatat pencapaian di tingkat internasional setelah tiga geopark nasional memperoleh sertifikat dari UNESCO sebagai pengakuan atas pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.
Tiga geopark yang menerima pengakuan tersebut adalah Rinjani UNESCO Global Geopark, Toba Caldera UNESCO Global Geopark, dan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark. Ketiganya berhasil melewati proses penilaian ulang pada 2025 dan mempertahankan standar pengelolaan yang ditetapkan UNESCO.
Sertifikat itu diterima oleh perwakilan Indonesia untuk UNESCO, Muhamad Oemar, dalam acara resmi yang dihadiri puluhan negara. Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Ananto Kusuma Seta, mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga warisan alam sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan.
“Sebagai negara dengan jumlah UGGp terbanyak ketiga di dunia, Indonesia telah membuktikan mampu menjaga dan mengelola untuk pembangunan berkelanjutan. Selamat dan terima kasih kepada semua pihak yang membantu keberhasilan membanggakan ini,” kata Ananto dikutip oleh TVRI.
Status Green Card diberikan UNESCO kepada kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) yang dinilai mampu menjaga warisan geologi melalui perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.
UGGp merupakan kawasan geografis dengan nilai geologis penting di tingkat internasional yang dikelola secara terpadu untuk mendukung pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat sekitar. UNESCO terus mendukung pengembangan geopark melalui pelatihan, peningkatan kapasitas, kerja sama internasional, akses pendanaan, serta penguatan jaringan global.
Pengakuan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah geopark terbanyak di dunia, sekaligus membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan geopark.






















