Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini rangkaian bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia hanya akan memberikan tekanan terbatas terhadap perekonomian nasional. Ia memastikan pertumbuhan pada kuartal III dan IV 2026 tetap berada dalam target pemerintah.
Purbaya mengatakan bencana memang berpotensi menimbulkan sedikit gangguan terhadap aktivitas ekonomi, tetapi dampaknya diperkirakan tidak cukup besar untuk menghambat pertumbuhan secara signifikan.
“Enggak akan sampai memperlambat ekonomi secara signifikan. Malah kita genjot di triwulan tiga dan empat ini,” ujarnya.
Dari sisi fiskal, pemerintah memastikan kebutuhan penanganan bencana tetap menjadi prioritas. Purbaya mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp5 triliun yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan bencana melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Purbaya mengatakan BNPB dapat mengajukan tambahan anggaran apabila dana yang tersedia mulai menipis. Namun, hingga Senin, Kementerian Keuangan belum menerima permintaan tambahan tersebut.
Purbaya menegaskan pemerintah akan memberikan perlakuan khusus terhadap pembiayaan penanganan bencana. Menurutnya, anggaran harus tersedia untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat dan memastikan kebutuhan penanganan dapat segera dipenuhi.
“Jadi kalau untuk bencana treatment-nya beda untuk mengurangi penderitaan yang dialami oleh masyarakat kita. Kita akan usahakan semaksimal mungkin, jadi enggak usah khawatir untuk anggaran bencana,” kata Purbaya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah juga menginstruksikan BNPB, BMKG, TNI, Polri, serta kementerian terkait untuk memantau aktivitas gunung dan memastikan keselamatan warga.
Dengan dukungan anggaran dan peningkatan kesiapsiagaan tersebut, pemerintah berharap penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat tanpa memberikan tekanan besar terhadap stabilitas fiskal maupun pertumbuhan ekonomi nasional.














