DUNIA
2 menit membaca
Pengadilan Peru menghukum mantan Presiden Humala dan istrinya 15 tahun penjara karena tindak pencucian uang
Penyelidikan terhadap Humala dan Heredia dimulai pada 2015, setahun sebelum perusahaan konstruksi Brasil, Odebrecht, mengungkapkan keterlibatannya dalam praktik suap di seluruh Amerika Latin.
00:00
Pengadilan Peru menghukum mantan Presiden Humala dan istrinya 15 tahun penjara karena tindak pencucian uang
Humala menjadi mantan presiden Peru ketiga dalam dua dekade yang dipenjara karena skandal Odebrecht. / Foto: Reuters / Reuters

Pengadilan di Peru menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada mantan Presiden Ollanta Humala dan istrinya, Nadine Heredia, pada hari Selasa atas tuduhan pencucian uang, menurut laporan media lokal.

Para hakim dari Pengadilan Tinggi Nasional menemukan bahwa Humala dan Heredia menerima sekitar $3 juta dalam bentuk kontribusi kampanye ilegal dari raksasa konstruksi Brasil, Odebrecht, dan pemerintah Venezuela untuk mendanai kampanye Humala pada tahun 2006 dan 2011. Heredia mengelola kampanye tersebut pada kedua pemilu.

Hakim Nayko Coronado, yang memerintahkan penahanan mereka segera, menyatakan bahwa berbagai tindakan untuk mencuci uang dari sumber ilegal telah terbukti.

Setelah putusan tersebut, Heredia mencari suaka politik di Kedutaan Besar Brasil di Lima. Kementerian Luar Negeri Peru kemudian mengonfirmasi bahwa ia secara resmi telah mengajukan permohonan tersebut berdasarkan Konvensi Suaka Diplomatik 1954.

Saudara laki-laki Heredia, Ilan Heredia, juga dijatuhi hukuman 12 tahun penjara dalam kasus yang sama.

Pihak berwenang menyatakan bahwa Humala akan menjalani hukumannya di Penjara Barbadillo di Lima, tempat beberapa mantan presiden lainnya juga ditahan.

Dengan putusan ini, Humala menjadi mantan presiden Peru ketiga dalam dua dekade terakhir yang dipenjara terkait skandal Odebrecht. Mantan Presiden Alejandro Toledo saat ini menjalani hukuman 20 tahun penjara, sementara Alberto Fujimori tetap berada di balik jeruji besi setelah beberapa kali divonis bersalah.

Penyelidikan terhadap Humala dan Heredia dimulai pada tahun 2015, setahun sebelum Odebrecht secara terbuka mengakui praktik suap yang meluas di seluruh Amerika Latin.

SUMBER:TRT World
Jelajahi
Menteri Israel serbu Al-Aqsa, Indonesia dan 7 negara Muslim layangkan kecaman keras
Indonesia dorong ASEAN–Kanada tuntaskan FTA, garisbawahi ketahanan pangan dan energi
AS tegaskan komitmen ke Asia di tengah ketegangan global, ASEAN dorong kemitraan lebih konkret
Indonesia resmi jadi Dewan Auditor PBB gantikan China, perkuat peran global di bidang akuntabilitas
ASEAN-Türkiye resmi jadi mitra dialog, Sekjen ASEAN dan Wamenlu Türkiye bahas kerja sama strategis
Direktur FBI temui Presiden Prabowo di Kertanegara
Forum ASEAN soroti krisis Timur Tengah dan sengketa Laut China Selatan
ASEAN dan negara Asia Timur perkuat dukungan bagi pembangunan Palestina dalam forum CEAPAD
Quad incar kemitraan lebih dalam dengan ASEAN di tengah dinamika Indo-Pasifik
Indonesia bantah perubahan sikap politik luar negeri usai deportasi WN Palestina Abdul Karim
Dari Hormuz hingga Malaka: Peran selat strategis dunia dan ancaman konflik geopolitik
Perkuat alutsista, Indonesia pesan 12 pesawat tempur ringan M-346 dari Italia
AS tetap terbuka untuk solusi yang dinegosiasikan dengan Iran, kata Rubio kepada ASEAN
TNI AU asah kemampuan tempur udara dengan negara mitra di latihan Pitch Black 2026
Indonesia mulai impor minyak dari Rusia sebagai bagian dari kesepakatan 150 juta barel
Indonesia ratifikasi kerja sama pertahanan dengan Türkiye jadi UU, Ankara jadi mitra strategis RI
Türkiye resmi jadi mitra dialog ke-12 ASEAN, tandai babak baru hubungan Asia Tenggara
Presiden Prabowo: Indonesia miliki salah satu sistem perlindungan sosial terkuat di dunia
Indonesia akan sambut kapal induk pertama Giuseppe Garibaldi pada September 2026: Kemhan
Spanyol berhasil meraih juara Piala Dunia 2026