Big Tech di pengadilan AS, Zuckerberg dan kepala YouTube hadapi tuduhan membuat anak ketagihan

Kasus ini diperkirakan menjadi yang pertama dari serangkaian persidangan tahun ini yang bertujuan meminta pertanggungjawaban perusahaan media sosial atas dampak platform mereka terhadap kesehatan mental anak-anak.

By
Meta, TikTok, dan YouTube disidang atas klaim membuat anak kecanduan dan berisiko. / Reuters

Sidang pembukaan telah dimulai di AS terhadap perusahaan media sosial yang dituduh merancang produk untuk membuat anak-anak ketagihan, dengan CEO Meta, Mark Zuckerberg, dan kepala YouTube, Neal Mohan, termasuk di antara eksekutif media sosial AS yang diperkirakan akan bersaksi, menurut laporan media lokal.

Persidangan ini sempat ditunda dari akhir Januari karena seorang pengacara pembela sakit, dengan juri terdiri dari enam perempuan dan enam laki-laki, dan prosesnya kemungkinan berlangsung hingga Maret, lapor Bloomberg.

Adam Mosseri, kepala Instagram, platform berbagi foto dan video milik perusahaan media sosial AS, Meta, diperkirakan akan bersaksi pada minggu pertama sebelum Zuckerberg, yang dijadwalkan bersaksi di Los Angeles paling cepat pekan depan, kata Bloomberg.

Gugatan cedera pribadi yang diajukan oleh Social Media Victims Law Center di Seattle berfokus pada seorang perempuan California berusia 20 tahun yang mengklaim bahwa lebih dari satu dekade kecanduan media sosial menyebabkan kecemasan, depresi, dan dismorfia tubuh, menurut laporan tersebut.

Pengacara Meta berencana menolak korelasi antara media sosial dan masalah kesehatan mental remaja sambil menyoroti dampak positifnya, menurut anggota tim hukum perusahaan yang dikutip Bloomberg.

Meta menyatakan dalam postingan blog Januari bahwa menyalahkan perusahaan media sosial saja atas masalah kesehatan mental remaja "menyederhanakan isu serius," dan menyebut klaim gugatan itu tidak akurat.

Krisis kesehatan mental remaja

Kasus ini akan menjadi yang pertama dari serangkaian kasus yang dimulai tahun ini yang bertujuan meminta pertanggungjawaban perusahaan media sosial atas dampak pada kesehatan mental anak-anak. Persidangan federal percontohan yang dimulai Juni di Oakland, California, akan menjadi yang pertama mewakili distrik sekolah yang menggugat platform media sosial karena merugikan anak-anak.

Selain itu, lebih dari 40 jaksa agung negara bagian telah mengajukan gugatan terhadap Meta, menuduh perusahaan merugikan anak-anak dan berkontribusi pada krisis kesehatan mental remaja dengan sengaja merancang fitur di Instagram dan Facebook yang membuat anak-anak ketagihan platform mereka.

Sebagian besar kasus diajukan di pengadilan federal, tetapi beberapa diajukan di negara bagian masing-masing.

TikTok juga menghadapi gugatan serupa di beberapa negara bagian.

Kasus ini muncul di saat berbagai negara di dunia memberlakukan pembatasan dan larangan penggunaan media sosial oleh anak di bawah umur, dengan banyak penelitian menunjukkan hubungan antara penggunaan media sosial dan masalah kesehatan mental pada anak-anak.

Tahun lalu, juri federal AS memerintahkan Google membayar sekitar US$425 juta karena mengumpulkan informasi dari penggunaan aplikasi smartphone, bahkan saat pengguna memilih pengaturan privasi.

Pada hari yang sama, otoritas perlindungan data Prancis mendenda raksasa pencarian itu 325 juta euro karena gagal mematuhi aturan tentang cookie internet.