Indonesia terus menunjukkan komitmennya terhadap perdamaian dunia melalui keterlibatan aktif dalam operasi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Partisipasi tersebut telah berlangsung sejak 1957, ketika Indonesia mengirim personel ke United Nations Emergency Force (UNEF) di Sinai, Mesir.
Sejak itu, lebih dari 60.000 personel Indonesia telah bertugas dalam berbagai misi perdamaian PBB. Berdasarkan data PBB, lebih dari 2.700 personel Indonesia, termasuk lebih dari 200 perempuan, kini bertugas dalam sejumlah operasi penjaga perdamaian.
Salah satu penugasan utama Indonesia berlangsung melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan. Selain menjaga keamanan dan mendukung stabilitas, para personel Indonesia berinteraksi dengan masyarakat serta menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu fasilitas umum dan melindungi warga sipil.
Pada 2026, PBB secara anumerta menganugerahkan Dag Hammarskjold Medal kepada Kopral Dua Eko Prambudi Santoso yang bertugas bersama MONUSCO di Republik Demokratik Kongo dan Brigadir Polisi Kepala Sri Widodo yang bertugas bersama MINUSCA di Republik Afrika Tengah.
Empat personel Indonesia dalam UNIFIL juga meninggal dalam sejumlah insiden di Lebanon pada Maret dan April 2026. Indonesia menegaskan bahwa kehilangan tersebut tidak mengurangi komitmennya terhadap misi perdamaian PBB.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kontribusi tersebut, Indonesia dan Belanda akan menjadi tuan rumah bersama UN Peacekeeping Ministerial (UNPM) 2027 di Jakarta pada kuartal keempat 2027. Kementerian Luar Negeri Indonesia menyampaikan informasi tersebut pada Sabtu, 19 September 2026.
“Melalui kepemimpinan bersama ini, Indonesia berupaya menghimpun dukungan politik, mendorong kerja sama internasional yang inklusif, serta memastikan operasi penjaga perdamaian PBB tetap efektif, responsif, dan memiliki sumber daya yang memadai,” kata Utusan Indonesia untuk PBB Umar Hadi.
Indonesia untuk pertama kalinya akan menjadi tuan rumah forum tersebut setelah Jerman menyerahkan peran tersebut dalam pertemuan Special Committee on Peacekeeping Operations PBB di New York pada Kamis.
Penyelenggaraan UNPM 2027 di Jakarta akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mendorong komitmen politik dan solusi bersama terhadap tantangan misi perdamaian, sekaligus memperkuat kerja sama antara negara anggota PBB, negara penyumbang pasukan, dan organisasi tersebut.
Indonesia menilai operasi penjaga perdamaian perlu berjalan bersama penguatan solusi politik dan pembangunan perdamaian pascakonflik untuk menciptakan perdamaian yang berkelanjutan.






















