Salah satu sungai yang paling suci di India, sungai Yamuna di New Delhi, ditutupi busa beracun berwarna putih, sebahagian besar busa diakibatkan oleh polusi limbah buangan industri di sekitaran kota. Polusi ini menimbulkan ancaman kesehatan tinggi bagi penduduk sekitar karena sungai ini menyediakan lebih dari separuh kebutuhan air di ibu kota India.
New Delhi juga merupakan kota dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi di dunia setiap tahunnya, dan musim festival seperti saat ini dapat memperparah keadaan.
Pada hari Selasa, indeks kualitas udara jatuh ke angka “sangat buruk” yaitu 273, 18 kali lebih buruk dari pedoman kualitas Badan Kesehatan Dunia. Bahan partikulat PM 2.5 yang sangat kecil dapat masuk ke dalam paru-paru dan menyebabkan berbagai penyakit.
Meski begitu, umat Hindu tidak meninggalkan praktik ibadah keagamaan mereka di sungai Yamuna. Pada Selasa pagi, terlihat pasangan muda yang termasuk di antara kelompok masyarakat yang mengunjungi tepi sungai, mereka berenang, dan kemudian pergi.
Jasraj, seorang pensiunan pegawai pemerintah berusia 70 tahun, menjelaskan bahwa ia selalu mengunjungi sungai ini untuk melakukan ritual mandi sejak tahun 1980.
“Saya menyembah sungai ini seperti seorang ibu, dan tanpa pertanyaan apakah sungai ini bersih atau kotor. Kotor di permukaan, tapi di bawahnya bersih,” tegas Jasraj, yang hanya menggunakan satu nama.
Imran Khan, pelajar, menuturkan bahwa orang-orang tidak dapat bernapas dengan baik di udara Delhi yang tercemar.
“Orang-orang datang ke sini untuk jogging, dan mereka dihadapkan pada berbagai masalah. Lingkungan kita harus lebih bersih,” katanya.
Shishupal Kumar, seorang pegawai swasta, mengatakan bahwa masyarakat datang dari daerah jauh mengunjungi sungai ini untuk melakukan ritual ibadat keagamaan. “Sungai ini menjadi sangat kotor, penuh dengan bahan kimia. Seakan-akan salju telah hujan di sini, seperti yang terjadi di daerah pegunungan,” ucap Kumar.
Sungai Yamuna dengan panjang 1.376 kilometer adalah salah satu sungai tersuci bagi umat Hindu. Sungai ini juga merupakan salah satu sungai yang paling berpolusi di dunia. Saluran air yang sangat buruk menjadi pesoalan masyarakat, terutama dengan polusi yang diperkirakan akan memburuk selama musim festival agama Hindu mendatang, Chhath Puja.
Meskipun ada undang-undang yang melarang pencemaran dan pihak berwenang mendirikan lusinan pabrik pengolahan limbah, beberapa tahun belakangan sungai ini menjadi sangat kotor dikarenakan pembungan kotoran, pestisida pertanian, dan buangan limbah industri mengalir langsung ke jalur air.
Pemerintah New Delhi mengatakan bahwa pejabat setempat menggunakan penghilang busa untuk mengatasi permasalahan ini. Pihak berwenang telah mengerahkan puluhan perahu motor untuk membubarkan busa beracun dan memasang barikade bambu untuk menjauhkan orang-orang dari tepi sungai.
Pihak berwenang khawatir bahwa ribuan umat Hindu bulan depan akan tetap berdiri setinggi lutut di sungai yang berbusa dan beracun, bahkan terkadang merendamkan siri mereka ke dalam sungai untuk menandai Chhath Puja.
Khususnya di musim dingin, adalah periode yang penuh dengan permasalahan kesehatan di ibu kota India, yang merupakan rumah bagi lebih dari 20 juta penduduk. Selama musim dingin kota ini diselimuti oleh kabut asap beracun yang menutupi langit. Tingkat polusi akan melonjak signifikan terutama ketika jutaan umat Hindu merayakan festival cahaya “Diwali”, disebabkan oleh banyaknya emisi dari kembang api. Festival Diwali akan dirayakan pada hari Kamis.
Para petani di wilayah pertanian sekitar juga membakar lahan mereka setelah panen guna menetralisasi lahan tersebut untuk musim tanam berikutnya.
Pada awal bulan ini, Mahkamah Agung India mengecam beberapa provinsi India utara karena tidak mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap masyarakat yang membakar sisa-sisa tanaman menjelang musim dingin dan memperparah polusi udara di wilayah tersebut.
Setiap tahunnya pihak berwenang menutup lokasi konstruksi, membatasi kendaraan bermesin diesel, serta mengerahkan penyiram air dan senjata anti-kabut guna mengendalikan kabut asap yang menyelimuti langit ibu kota.
SUMBER: AP

















