Bandara Internasional Riyan di Provinsi Hadramaut, wilayah timur Yaman, resmi dibuka kembali untuk lalu lintas udara pada Minggu. Media pemerintah melaporkan bahwa bandara tersebut menerima penerbangan pertamanya setelah hampir tidak beroperasi selama beberapa tahun terakhir.
Saluran televisi milik pemerintah Yaman menyatakan bahwa bandara yang terletak di kota pesisir Mukalla ini menyambut penerbangan domestik yang tiba dari Bandara Internasional Aden, yang sekaligus menandai dimulainya kembali operasional secara resmi.
Pembukaan kembali ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas udara antarprovinsi di Yaman dan memudahkan mobilitas warga, sekaligus menjadi sinyal kembalinya aktivitas penerbangan secara bertahap di fasilitas strategis tersebut.
Media pemerintah menyebutkan bahwa pengoperasian kembali rute domestik ini dilakukan di tengah persiapan peluncuran layanan internasional dari Bandara Riyan. Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar Otoritas Penerbangan Sipil Yaman untuk merehabilitasi bandara-bandara dan memulihkan kesiapan operasional secara penuh.
Konflik berkepanjangan
Pihak berwenang meyakini bahwa kembalinya arus lalu lintas udara akan membantu merangsang pergerakan komersial dan kemanusiaan, serta memperkuat posisi Hadramaut sebagai pusat logistik dan ekonomi yang penting.
Pada Jumat lalu, Otoritas Umum Penerbangan Sipil dan Meteorologi Yaman mengumumkan bahwa operasional penerbangan di Bandara Riyan akan dimulai kembali pada Minggu, menyusul selesainya pekerjaan rehabilitasi teknis yang bertujuan meningkatkan standar keselamatan dan kualitas layanan.
Menurut media lokal, bandara tersebut hanya beroperasi sesekali sejak 2015 akibat konflik berkepanjangan di Yaman yang melumpuhkan perjalanan udara di sebagian besar wilayah negara itu.
Dalam keterangannya baru-baru ini, anggota Dewan Pimpinan Kepresidenan sekaligus Gubernur Hadramaut, Ahmed Salem al-Khanbashi, mengungkapkan bahwa peralatan di Bandara Riyan dan Bandara Seiyun sempat dijarah selama periode ketidakstabilan berlangsung.
Pasukan pemerintah Yaman berhasil merebut kembali provinsi timur Hadramaut dan Al-Mahra dari kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC) pada awal bulan ini. Kedua wilayah tersebut, yang mencakup hampir separuh wilayah Yaman, sempat dikuasai oleh militan STC pada bulan lalu.











