DUNIA
2 menit membaca
Polandia menangguhkan duta besar untuk Prancis terkait penyelidikan diploma palsu
Polandia sementara menarik duta besarnya untuk Prancis saat penyelidik menelusuri dugaan gelar MBA palsu yang terkait universitas swasta.
Polandia menangguhkan duta besar untuk Prancis terkait penyelidikan diploma palsu
Duta Besar Polandia untuk Prancis, Jan Emeryk Rosciszewski, sementara dibebaskan dari tugas selama penyelidikan. [Foto: Kedubes Polandia]

Polandia sementara memberhentikan Duta Besar untuk Prancis, Jan Emeryk Rosciszewski, dari tugasnya di tengah penyelidikan diploma palsu yang sedang berlangsung.

Menteri Luar Negeri Radoslaw Sikorski memutuskan untuk memberhentikan duta besar tersebut sampai semua kecurigaan terselesaikan, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Maciej Wewior, kepada kantor berita negara PAP pada Rabu.

“Kementerian Luar Negeri tidak berkomentar mengenai tindakan layanan atau sistem peradilan. Duta besar memulai misinya pada musim semi 2022. Mengingat situasi ini, ia menempatkan dirinya di bawah wewenang menteri,” ujar Wewior kepada PAP.

Rosciszewski ditahan pada Selasa oleh Biro Antikorupsi Pusat sebagai bagian dari penyelidikan terkait pengadaan gelar MBA palsu dari universitas manajemen swasta bernama Collegium Humanum, menurut PAP yang mengutip situs Goniec.pl.

‘Tidak pernah’ kuliah di universitas itu

Lembaga tersebut dituduh menjalankan program MBA, sarjana, dan magister percepatan yang memungkinkan pesertanya memenuhi syarat untuk duduk di dewan pengawas dan posisi senior di perusahaan milik negara tanpa menyelesaikan persyaratan akademik standar.

“Dalam kasus Rosciszewski, dugaan penipuan melibatkan penggunaan gelar MBA untuk duduk di dewan pengawas Bank Pocztowy, anak perusahaan Poczta Polska (layanan pos milik negara),” tekan PAP.

Dalam pernyataan kepada kantor berita negara, Rosciszewski menegaskan bahwa ia tidak pernah belajar di Collegium Humanum dan bukan lulusan universitas tersebut, serta dibebaskan setelah memberikan “penjelasan lengkap.”

“Saya menyatakan kerja sama penuh dengan kantor kejaksaan dan berharap masalah ini dapat diselesaikan secepat mungkin,” ujarnya.

SUMBER:AA
Jelajahi
Indonesia dorong BRICS perkuat perdagangan dan akses pasar bagi UMKM
KSAU Indonesia dan Australia terbang formasi di Pitch Black 2026
Indonesia tegaskan hukum laut tetap berlaku saat perang
Berbeda dengan UEFA, Indonesia dukung Infantino lanjutkan kepemimpinan FIFA
Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga 120 hektare, angin kencang picu titik api baru
Indonesia-Arab Saudi sepakati kerja sama investasi strategis melalui penanaman modal
Kedubes Iran respon pernyataan Prabowo, tegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai
Menhan RI dan Thailand perkuat kerja sama pertahanan, sepakati latihan pasukan khusus
Peluang besar UMKM lokal, Kemenhaj bidik pasar rantai pasok haji di Arab Saudi
Kemenlu AS akan tutup konsulat di Medan dan 4 negara lain
Indonesia–Thailand perkuat kemitraan strategis, fokus ekonomi dan stabilitas ASEAN
Indonesia dan Australia perkuat kerja sama maritim lewat Cassowary Exercise 2026
Indonesia dorong resiliensi ASEAN hadapi ancaman bencana dan krisis
ASEAN mempercepat negosiasi CoC dengan China Laut di tengah ketegangan Selat Hormuz
Indonesia dan Jepang bahas perluasan peluang kerja serta pengembangan SDM terampil
Perkuat akses ke Amerika Selatan, Indonesia dan Peru sepakat percepat perundingan CEPA
Perkuat pertahanan udara Indo-Pasifik, TNI AU dan PACAF gelar A2AT ke-18 di Hawaii
KBRI Tokyo imbau WNI tetap waspada setelah gempa M7,1 di Kumamoto
World Para Athletics Grand Prix 2026: Tim Para Atletik Indonesia raih 16 medali
Pemerintah pantau kepulangan ABK Indonesia terdampak serangan rudal di Selat Hormuz