DUNIA
2 menit membaca
Pelayaran Selat Hormuz turun ke level terendah dalam lima minggu di tengah ketegangan AS-Iran
Lalu lintas kapal melalui alur laut strategis menurun seiring dengan meningkatnya kekhawatiran keamanan di Teluk akibat serangan AS-Iran yang diperbaharui dan serangan terhadap kapal-kapal.
Pelayaran Selat Hormuz turun ke level terendah dalam lima minggu di tengah ketegangan AS-Iran
Kapal-kapal melintasi Selat Hormuz, terlihat dari Musandam, Oman pada 13 Juli 2026. / Reuters

Jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz turun ke level terendah dalam lima minggu pada hari Minggu, data pelayaran menunjukkan, seiring meningkatnya kekhawatiran keamanan akibat eskalasi permusuhan AS-Iran dan serangan terhadap kapal di Timur Tengah.

Enam kapal melintasi selat pada hari Minggu, menurut data pelacakan kapal dari Kpler.

Di antara yang meninggalkan selat adalah kapal Very Large Crude Carrier Humanity, yang membawa 2 juta barel minyak Iran, dan tanker Capetan Andreas, yang mengangkut sekitar 500.000 barel produk minyak Kuwait. Tiga tanker kosong memasuki Teluk untuk memuat minyak mentah, sementara sebagian besar kapal mematikan transponder mereka saat melintasi selat, demikian data menunjukkan.

Tidak terlihat adanya kapal tanker gas alam cair yang memasuki selat sepanjang akhir pekan, menurut data pelacakan kapal.

Data Kpler juga menunjukkan bahwa hanya satu tanker yang dioperasikan oleh Abu Dhabi National Oil Co. keluar dari selat antara 10 Juli dan 12 Juli.

Kapal itu menuju pelabuhan Dahej di India.

US Central Command mengatakan pasukannya melakukan gelombang serangan lain terhadap Iran pada hari Minggu, menargetkan puluhan lokasi dengan amunisi berpemandu presisi.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa Selat Hormuz tetap terbuka untuk pelayaran komersial. Sebelumnya, Iran menyatakan telah menutup jalur perairan itu, mengklaim sebuah kapal yang bepergian di rute yang tidak sah telah terkena serangan.

Pasukan Pengawal Revolusi Iran mengatakan pada hari Senin bahwa angkatan laut mereka menghentikan dua kapal di Selat Hormuz semalam dengan mematikan sistem mereka. Pernyataan itu tidak mengidentifikasi kapal-kapal tersebut.

SUMBER:TRT World & Agencies
Jelajahi
Bantu tanggap gempa NTT, Uni Eropa tawarkan akses satelit Copernicus
Gempa dahsyat 7,7 magnitudo guncang Indonesia, Tim SAR bergerak cepat lakukan penyelamatan mendesak
Indonesia dukung aturan pemberitahuan awal uji rudal balistik jarak jauh
Aktivis serukan boikot Sephora setelah umumkan penjualan produk di Israel
Indonesia dan 38 negara hadiri pertemuan Koalisi Pertahanan Maritim Multinasional di Jeddah
AS siap perkuat kerja sama pertahanan dengan RI dengan menghormati kedaulatan
Indonesia mengecam serangan ke kapal niaga di Bab Al-Mandeb yang menewaskan WNI
CIA meragukan klaim Israel tentang rencana Iran untuk menyerang Trump setelah KTT NATO: laporan
Pemerintah tegaskan Indonesia tidak boleh jadi sarang kejahatan lintas negara
Iran sebut Indonesia hingga Saudi miliki tanggung jawab utama dorong persatuan Islam
Gempa bumi bermagnitudo 7,0 atau lebih sepanjang 2026
Kemhan RI dan AS perkuat kerja sama pertahanan dan pengembangan SDM
Taiwan kecam rencana latihan militer China-Indonesia di tengah ketegangan regional
Kemlu pastikan seluruh WNI selamat pascagempa M 7,4 di Kolombia
Indonesia dorong BRICS perkuat perdagangan dan akses pasar bagi UMKM
KSAU Indonesia dan Australia terbang formasi di Pitch Black 2026
Indonesia tegaskan hukum laut tetap berlaku saat perang
Berbeda dengan UEFA, Indonesia dukung Infantino lanjutkan kepemimpinan FIFA
Kebakaran Gunung Bromo meluas hingga 120 hektare, angin kencang picu titik api baru
Indonesia-Arab Saudi sepakati kerja sama investasi strategis melalui penanaman modal