DUNIA
2 menit membaca
Indonesia serukan diplomasi dan politik inklusif di tengah konflik Yaman
Jakarta menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam konflik wajib memenuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional.
Indonesia serukan diplomasi dan politik inklusif di tengah konflik Yaman
Serangan lintas batas kelompok Houthi ke sejumlah wilayah di Arab Saudi pada 8 September 2026. / AFP/ANSARULLAH MEDIA CENTRE

Indonesia menyerukan penghentian segera aksi kekerasan dan meminta seluruh pihak menahan diri menyusul meningkatnya ketegangan dalam konflik Yaman serta meluasnya dampaknya ke kawasan sekitar.

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi tersebut, termasuk serangan lintas batas kelompok Houthi ke sejumlah wilayah di Arab Saudi pada 8 September 2026.

Serangan tersebut menyasar Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran. Menurut pernyataan Kemlu RI, serangan itu menyebabkan korban di kalangan masyarakat sipil serta kerusakan pada infrastruktur sipil dan ekonomi.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghentikan siklus serangan dan serangan balasan serta menahan diri secara maksimal,” demikian pernyataan Kemlu RI melalui akun resmi X pada Kamis (10/9).

Jakarta menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam konflik wajib memenuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional. Indonesia juga meminta agar kedaulatan serta integritas wilayah negara-negara di kawasan tetap dihormati.

Dorong perdamaian melalui diplomasi 

Indonesia menekankan bahwa keselamatan masyarakat sipil harus menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Jakarta juga menyerukan agar objek-objek sipil tidak menjadi sasaran serangan serta seluruh pihak menghindari langkah yang dapat memperluas dampak konflik terhadap penduduk.

Perlindungan terhadap masyarakat sipil dan objek sipil juga harus menjadi perhatian utama di tengah meningkatnya ketegangan. Indonesia menilai eskalasi kekerasan hanya akan memperburuk kondisi dan memperbesar dampak terhadap masyarakat.

Pemerintah Indonesia kembali mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan jalur diplomasi. Jakarta menyerukan agar proses politik yang inklusif kembali ditempuh dengan kepemimpinan dan kepemilikan rakyat Yaman.

Menurut Indonesia, proses tersebut diperlukan untuk mencapai penyelesaian politik yang menyeluruh dan berkelanjutan dengan tetap menjaga persatuan, kedaulatan, kemerdekaan, serta integritas wilayah Yaman.

Konflik Yaman telah berlangsung sejak September 2014 ketika kelompok Houthi mengambil alih ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi. Situasi kemudian semakin memburuk pada Maret 2015 setelah koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

TerkaitTRT Indonesia - Indonesia mengecam serangan ke kapal niaga di Bab Al-Mandeb yang menewaskan WNI


SUMBER:TRT Indonesia