ASIA
2 menit membaca
Menteri LH: Area terbakar di TPA Jatiwaringin Tangerang tersisa 3,6 persen
Upaya pemadaman gabungan di TPA Jatiwaringin, Tangerang berhasil menekan area kebakaran secara drastis dari semula 70 persen menjadi tinggal 3,6 persen pada hari keenam penanganan.
Menteri LH: Area terbakar di TPA Jatiwaringin Tangerang tersisa 3,6 persen
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di TPA Jatiwaringin, Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia, 1 Juli 2026. / Reuters

Upaya pemadaman kebakaran besar di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten menunjukkan perkembangan yang signifikan. Memasuki hari keenam penanganan, area yang terbakar dilaporkan telah berhasil dipadamkan hampir sepenuhnya dan kini hanya menyisakan sekitar 3,6 persen lahan yang masih dalam proses penuntasan.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengapresiasi kolaborasi intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Manggala Agni Kementerian Kehutanan, hingga unsur TNI/Polri dalam menjinakkan api.

"Berkat kerja keras semua pihak, kondisi kebakaran terus membaik. Dari sekitar 70 persen area yang semula terbakar, kini tinggal sekitar 3,6 persen. Mudah-mudahan sore atau besok bisa benar-benar tuntas," ujar Jumhur saat meninjau langsung lokasi kebakaran, seperti dikutip dari Antara, Senin (6/7).

Jumhur menjelaskan bahwa percepatan pemadaman ini dicapai melalui kombinasi berbagai metode strategis. Petugas di lapangan menerapkan operasi pengeboman air (water bombing) dari udara, penyiraman darat secara berkelanjutan, hingga teknik injeksi air langsung ke lapisan bawah timbunan sampah guna memutus titik api tersembunyi. Pemerintah juga tengah berkoordinasi untuk menambah armada helikopter demi mengoptimalkan proses finalisasi pemadaman.

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem

Meski api utama telah berhasil dikendalikan, Menteri LH mengingatkan bahwa potensi bahaya belum sepenuhnya hilang. Cuaca panas yang ekstrem dinilai masih berisiko memicu kembali titik-titik api baru jika tidak diantisipasi dengan pengawasan yang ketat.

Sebagai langkah mitigasi skala nasional, Jumhur mendesak seluruh kepala daerah untuk memperketat kesiapsiagaan di wilayah TPA masing-masing, terutama dalam menghadapi ancaman fenomena El Nino atau kemarau panjang.

"Saya meminta seluruh bupati dan wali kota yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah agar memastikan kesiapsiagaan. Pastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar TPA, siapkan sumber air, dekatkan sarana pemadam kebakaran, dan lakukan mitigasi sejak dini," tegasnya.

Pemerintah melalui KLH/BPLH juga telah menerbitkan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2026 tentang Kesiapsiagaan dan Antisipasi Kebakaran di TPA pada Kondisi Cuaca Panas Ekstrem sebagai panduan hukum bagi pemerintah daerah dalam melakukan langkah-langkah preventif sepanjang musim kemarau ini.

TerkaitTRT Indonesia - Kebakaran TPA Jatiwaringin sebabkan ratusan warga alami ISPA, tim medis siaga penuh
SUMBER:TRT Indonesia