TÜRKİYE
3 menit membaca
Membangun dunia kembali: Peran strategis Türkiye dalam diplomasi global dan stabilitas kawasan
Kepala Komunikasi Kepresidenan Türkiye, Burhanettin Duran, menegaskan bahwa seruan Presiden Erdogan untuk "membangun dunia bersama" adalah harapan di tengah krisis legitimasi global dan sistem internasional yang kian rapuh.
Membangun dunia kembali: Peran strategis Türkiye dalam diplomasi global dan stabilitas kawasan
Direktur Komunikasi Kepresidenan Türkiye, Burhanettin Duran, berbicara di Forum Diplomasi Antalya 2026. / AA
5 jam yang lalu

Di sela-sela perhelatan Antalya Diplomacy Forum (ADF), Kepala Komunikasi Kepresidenan Türkiye, Burhanettin Duran, menyampaikan pesan kuat mengenai peran negaranya dalam menavigasi ketidakpastian tatanan dunia saat ini.

Dalam wawancara dengan agensi berita Anadolu Agency (AA), Duran menyoroti bagaimana Türkiye di bawah kepemimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan konsisten mendorong diplomasi sebagai solusi utama konflik global.

Duran menyatakan bahwa ADF telah bertransformasi menjadi platform krusial bagi negara-negara dari berbagai benua, termasuk Afrika, untuk menyuarakan perspektif mereka demi mewujudkan dunia yang lebih adil.

Menurut Duran, saat ini dunia sedang berada dalam periode di mana lembaga-lembaga internasional mulai kehilangan taringnya dan krisis nilai semakin meluas. Di tengah ketidakpastian konflik masa depan, Erdogan dinilai sebagai sosok yang berhasil membawa diplomasi kembali ke garis depan.

"Keadilan adalah konsep fundamental. Dengan menyatakan bahwa 'dunia yang lebih adil itu mungkin', Türkiye menunjukkan betapa vitalnya diplomasi agar dunia tidak terus-menerus didorong oleh konflik," ujar Duran.

Ia juga menyinggung pergeseran tatanan dunia menuju sistem multipolar. Meski peran kekuatan besar dan negara menengah belum sepenuhnya jelas dalam tatanan baru ini, Duran meyakini bahwa visi Türkiye menawarkan jalan keluar.

"Harapan bagi masa depan dunia terletak pada seruan Türkiye: 'Mari kita membangun dunia bersama-sama'," tambahnya.

Melampaui "Lima Besar" Dewan Keamanan PBB

Visi ini merupakan kelanjutan dari doktrin terkenal Erdogan, yakni "Dunia lebih besar dari angka lima"—sebuah kritik terhadap dominasi lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB—serta gagasan bahwa "Dunia yang lebih adil itu mungkin".

Duran mencatat bahwa para pemimpin dunia mulai mencapai konsensus mengenai perlunya reformasi dalam sistem PBB. Namun, ia menekankan bahwa tantangan sesungguhnya adalah menentukan nilai-nilai apa yang akan mendasari konstruksi dunia baru tersebut.

Bagi Indonesia dan komunitas internasional, langkah Türkiye ini relevan sebagai model stabilitas. Türkiye aktif berkontribusi melalui mediasi, kerja sama industri pertahanan dalam memerangi terorisme, hingga diplomasi antar-pemimpin yang dipelopori Erdogan.

TerkaitTRT Indonesia - Presiden Erdogan sebut tatanan global di ‘ambang bahaya’, serukan diplomasi dan stabilitas

Perang informasi dan tantangan disinformasi

Selain masalah geopolitik fisik, Duran memperingatkan ancaman besar di era digital: disinformasi. Menurutnya, batas antara realitas dan simulasi kini semakin kabur, menjadikan komunikasi sebagai medan tempur baru.

"Perang tidak lagi hanya terjadi di garis depan; perang juga berkecamuk di ranah komunikasi. Disinformasi adalah salah satu aspek paling signifikan di sini," tegasnya.

Duran mengungkapkan bahwa Türkiye kini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk melawan hoaks dan melindungi opini publik. Ia pun menyerukan langkah lebih jauh dari sekadar pencegahan, yaitu fase "informasi ulang" (re-information) guna memastikan kebenaran tersampaikan kepada generasi mendatang.

Sebagai bagian dari upaya ini, Türkiye menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan negara-negara sahabat dan sekutu guna membangun ekosistem informasi yang sehat dan aman.

TerkaitTRT Indonesia - Forum Diplomasi Antalya (ADF) 2026 dimulai dengan kehadiran para pemimpin global
SUMBER:TRT Indonesia & Agensi