Libya menetapkan tiga hari berkabung nasional menyusul tewasnya Kepala Staf Angkatan Darat Mohammed al-Haddad bersama empat pejabat militer senior lainnya dalam kecelakaan pesawat di dekat ibu kota Türkiye, Ankara.
Dalam pernyataan pada Selasa, Libya’s Government of National Unity menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban serta rekan-rekan mereka di Angkatan Bersenjata Libya.
Selama masa berkabung tiga hari tersebut, bendera di seluruh lembaga negara dikibarkan setengah tiang, sementara upacara dan perayaan resmi ditiadakan, demikian bunyi pernyataan itu.
“Pemerintah Persatuan Nasional menyampaikan duka cita yang tulus dan simpati mendalam kepada keluarga para almarhum serta rekan-rekan mereka di angkatan bersenjata,” kata pernyataan itu, seraya mendoakan para korban dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sebelumnya, Ketua Dewan Kepresidenan Libya Mohamed Menfi turut menyampaikan duka atas wafatnya Mohammed al-Haddad dan empat pejabat militer senior yang tewas dalam kecelakaan pesawat di dekat Ankara.
Dalam pernyataan yang diunggah di X, Menfi menyebut peristiwa itu sebagai “kehilangan besar bagi institusi militer Libya dan bagi seluruh bangsa.”
“Libya telah kehilangan para pemimpin militer nasional yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani negara, memikul tanggung jawab dengan integritas tertinggi di tengah situasi yang sensitif, serta menjalankan tugas dengan disiplin, komitmen, dan loyalitas tinggi, dengan menempatkan kepentingan, keamanan, dan stabilitas bangsa di atas segalanya,” ujarnya.
Menfi juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban serta seluruh anggota angkatan bersenjata.
Menteri Dalam Negeri Türkiye Ali Yerlikaya sebelumnya mengatakan puing-puing jet Falcon 50 tujuan Tripoli yang membawa al-Haddad ditemukan di selatan Haymana, dekat Ankara.





















