BISNIS DAN TEKNOLOGI
2 menit membaca
Türkiye dan Indonesia percepat realisasi target perdagangan 10 miliar Dolar, kata Fidan
Indonesia dan Türkiye sepakat untuk memperluas kerjasama ke berbagai sektor strategis, mencakup pertahanan, energi, transportasi, kecerdasan buatan, hingga industri halal.
Türkiye dan Indonesia percepat realisasi target perdagangan 10 miliar Dolar, kata Fidan
Menlu Türkiye Hakan Fidan dan Menlu Indonesia Sugiono di Jakarta pada Rabu, 3 Juni 2026. /AA

Türkiye dan Indonesia memperkuat kemitraan strategisnya untuk merealisasikan nilai perdagangan bilateral mencapai 10 miliar dolar AS, angka yang sebelumnya disetujui oleh kedua pemimpin negara dalam kerja sama lintas sektor.

Dalam kunjungannya ke Jakarta pada Rabu (3/6) setelah lawatan ke Singapura, Menteri Luar Negeri Türkiye Hakan Fidan menilai rangkaian pertemuan dengan para pejabat Indonesia berjalan produktif, terutama dalam menindaklanjuti agenda kerja sama yang bersifat multidimensi.

Fidan diterima oleh Presiden Prabowo Subianto serta menggelar pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Sugiono. 

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas perluasan kolaborasi yang mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri pertahanan, energi, transportasi, hingga teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan dan pengembangan industri makanan halal.

“Kami meninjau secara rinci proyek-proyek yang akan memungkinkan tercapainya target perdagangan 10 miliar dolar yang telah ditetapkan oleh kedua pemimpin,” ujar Fidan.

TerkaitTRT Indonesia - Prabowo apresiasi Türkiye saat bertemu Menlu Hakan Fidan, bahas isu Palestina dan Timur Tengah

Menurutnya, kesamaan visi antara Ankara dan Jakarta menjadi sinyal kuat bahwa hubungan bilateral ke depan akan menghasilkan capaian yang lebih konkret dan berdampak luas. Kedua negara disebut siap meningkatkan implementasi kerja sama agar lebih efektif.

Selain isu ekonomi, pembicaraan juga mencakup dinamika kawasan dan global. 

Türkiye dan Indonesia bertukar pandangan mengenai perkembangan di Timur Tengah serta keseimbangan strategis di Asia-Pasifik. Isu Palestina turut menjadi perhatian utama, dengan kedua negara menegaskan komitmen untuk terus menjaga koordinasi yang erat.

Fidan menegaskan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya didorong oleh kepentingan pragmatis, tetapi juga dilandasi nilai dan tujuan bersama. 

“Sebagai dua negara sahabat, kami akan terus memperkuat kerja sama intensif berdasarkan nilai-nilai dan kepentingan bersama,” katanya.

Peningkatan kerja sama ini mencerminkan upaya kedua negara untuk memainkan peran yang lebih signifikan di panggung regional dan global, sekaligus memperdalam hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

SUMBER:TRT Indonesia