DUNIA
2 menit membaca
Lebanon dan Israel menyepakati gencatan senjata baru, sepakat membuat 'zona percontohan'
Berdasarkan kesepakatan gencatan senjata baru yang dimediasi oleh AS, Angkatan Bersenjata Lebanon akan memiliki kendali teritorial eksklusif, dengan semua aktor non-negara dikecualikan.
Lebanon dan Israel menyepakati gencatan senjata baru, sepakat membuat 'zona percontohan'
Delegasi Israel dan Lebanon menghadiri pertemuan yang diselenggarakan AS di Departemen Luar Negeri di Washington, DC, pada 2 Juni 2026. / AFP

Lebanon dan Israel telah sepakat memperbarui gencatan senjata mereka yang rapuh dan membentuk "zona percontohan" yang menempatkan Angkatan Bersenjata Lebanon dalam kontrol wilayah eksklusif, dengan semua aktor non-negara dikeluarkan, menurut sebuah pernyataan bersama.

"Gencatan senjata bergantung pada penghentian total tembakan Hizbollah dan evakuasi semua operatif Hizbollah dari Sektor Litani Selatan," bunyi pernyataan itu, yang dirilis setelah putaran keempat pembicaraan yang dimediasi AS di Departemen Luar Negeri pada hari Rabu.

Kedua pihak sepakat untuk "segera mendorong pembentukan zona percontohan di mana Angkatan Bersenjata Lebanon akan mengambil kendali eksklusif atas wilayah tersebut dengan mengecualikan semua aktor non-negara," tambah pernyataan itu.

"Langkah-langkah ini akan memungkinkan kemajuan menuju kesepakatan damai dan keamanan yang komprehensif," lanjutnya.

Para pihak sepakat untuk mengadakan kembali jalur politik dan keamanan pada pekan 22 Juni, dengan tujuan mencapai kesepakatan komprehensif, tambah pernyataan itu.

Menurut sumber-sumber Lebanon yang berbicara kepada Anadolu, hari kedua dan terakhir negosiasi di markas besar Departemen Luar Negeri AS berlangsung lebih dari enam jam.

Diplomasi di tengah eskalasi

Pembicaraan yang disponsori AS itu berlangsung setelah berminggu-minggu serangan Israel hampir setiap hari di Lebanon yang telah menewaskan hampir 3.500 orang sejak 2 Maret, meskipun ada gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April dan kemudian diperpanjang hingga awal Juli.

Iran mengatakan tidak akan menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, yang dimulai pada akhir Februari, kecuali gencatan senjata juga mencakup Lebanon.

Konflik tersebut baru-baru ini mengalami eskalasi ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan untuk memperdalam serangan dan menyerukan serangan ke Beirut.

Namun, menurut laporan media, Netanyahu menahan diri setelah pertukaran telepon yang tegang dengan Presiden AS Donald Trump.

SUMBER:TRT World & Agencies