Lebih dari 1.200 benda budaya asal Papua telah kembali ke Indonesia dari Amerika Serikat dalam salah satu upaya pemulangan warisan budaya terbesar yang melibatkan Papua dalam beberapa dekade terakhir.
Koleksi tersebut diserahkan keluarga kurator antropologi asal Amerika Serikat, OW Hampton, kepada Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih di Jayapura pada awal Agustus 2026. Hampton diketahui mengumpulkan benda-benda tersebut selama menjelajahi Papua pada 1970–1999.
Selain artefak, keluarga Hampton turut menyerahkan sekitar 20.000 foto serta ratusan rekaman video dan audio yang mendokumentasikan kehidupan dan kebudayaan masyarakat Papua.
Benda yang dipulangkan mencakup perlengkapan masyarakat adat di pedalaman Papua, termasuk peralatan perang, memasak, kebutuhan spiritual, serta aksesori dan pakaian sehari-hari. Sejumlah artefak diperkirakan telah berusia ratusan tahun.
Pemulangan ini dinilai bukan sekadar mengembalikan benda bersejarah, tetapi juga membuka kembali akses masyarakat Papua terhadap bagian penting dari sejarah dan identitas budaya mereka. Koleksi tersebut akan mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dokumentasi, dan pelestarian budaya.
Museum Universitas Cenderawasih akan melakukan pendataan, katalogisasi, konservasi, serta penelitian terhadap koleksi tersebut. Proses ini juga diharapkan melibatkan pengetahuan masyarakat adat agar nilai, sejarah, dan konteks setiap benda tetap terjaga.
Kembalinya koleksi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kerja sama lintas negara dalam melindungi warisan budaya. Upaya repatriasi seperti ini menjadi bagian dari perhatian global terhadap perdagangan ilegal dan pemindahan benda budaya tanpa izin.
Bagi Papua, pemulangan lebih dari 1.200 artefak tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat lembaga budaya sekaligus memastikan generasi mendatang dapat mengenal dan mempelajari warisan leluhurnya di tanah asal.






















