ASIA
2 menit membaca
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak dan geopolitik Timur Tengah
Rupiah melemah ke Rp17.795 per dolar AS akibat ketidakpastian geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak dunia. Investor juga menanti data penjualan ritel yang diperkirakan tumbuh 1,8 persen.
Rupiah melemah di tengah kenaikan harga minyak dan geopolitik Timur Tengah
Rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan Selasa. / Reuters

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (11/8), di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Rupiah dibuka pada level Rp17.795 per dolar AS, turun 40 poin atau 0,23 persen dari posisi penutupan sebelumnya Rp17.755. Pada pukul 09.08 WIB, rupiah tercatat berada di sekitar Rp17.801 per dolar AS, melemah 46 poin atau 0,26 persen.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan tekanan terhadap rupiah berkaitan dengan kembali meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik di Timteng yang kembali menaikkan harga minyak mentah dunia. Saat ini 83,21 dolar AS per barel dibandingkan penutupan minggu lalu di $77 per barel,” kata Lukman kepada Antara di Jakarta, Selasa.

Harga minyak Brent berada di $87,81 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mencapai $82,20 per barel. Kedua harga acuan tersebut sebelumnya naik lebih dari 5 persen pada Senin dan menyentuh level tertinggi sejak 31 Juli 2026.

Ketidakpastian juga dipengaruhi perkembangan hubungan AS-Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Selat Hormuz belum akan dibuka kembali hingga tuntutan Iran kepada AS dipenuhi, termasuk penghentian blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

Iran sebelumnya berunding dengan Oman mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz. Kedua pihak telah mencapai kesepahaman terkait peta pelayaran, sementara pembahasan teknis masih berlangsung untuk memastikan keamanan lalu lintas maritim, perlindungan lingkungan, dan penanganan kejahatan maritim.

Di dalam negeri, pelaku pasar juga menunggu data penjualan ritel yang diperkirakan tumbuh 1,8 persen. Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan Selasa.

TerkaitTRT Indonesia - Rupiah tertekan hingga Rp18.099 per dolar AS dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah



SUMBER:TRT Indonesia & Agensi