DUNIA
2 menit membaca
Estonia ajak Indonesia perkuat kerja sama teknologi maritim dan pelabuhan pintar
Negara pelopor digital di kawasan Baltik ini melirik potensi besar Indonesia untuk mempercepat modernisasi sektor pelayaran melalui inovasi pelabuhan cerdas dan teknologi ramah lingkungan.
Estonia ajak Indonesia perkuat kerja sama teknologi maritim dan pelabuhan pintar
Duta Besar Estonia untuk Singapura, Indonesia, dan ASEAN, Veikko Kala. Foto: Metrotvnews.com

Estonia secara resmi mengajak Indonesia untuk memperdalam kolaborasi di sektor teknologi maritim. Negara di kawasan Eropa Utara tersebut menawarkan keahliannya dalam digitalisasi pelabuhan guna mendukung efisiensi pelayaran nasional Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.

Keinginan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Infrastruktur Estonia, Kuldar Leis, dalam agenda Misi Bisnis Industri Maritim Estonia di Jakarta pada Selasa (28/4). Ia menekankan bahwa kedua negara memiliki kesamaan visi dalam menjadikan sektor laut sebagai tulang punggung ekonomi.

"Indonesia sebagai raksasa maritim dunia dan Estonia sebagai pionir digital dapat saling melengkapi dengan cara yang sangat bermakna," ujar Menteri Leis sebagaimana dikutip dari laporan Antara.

Estonia selama ini dikenal sebagai salah satu negara paling terdigitalisasi di dunia. Di sektor maritim, mereka telah mengimplementasikan sistem smart port (pelabuhan cerdas), optimalisasi energi, hingga sistem otomatisasi lalu lintas pelayaran yang terintegrasi.

Menteri Leis menjelaskan bahwa Estonia memiliki ekosistem maritim yang kuat, yang menggabungkan institusi riset, sektor bisnis, dan pemerintah. Modal inilah yang ingin ditawarkan kepada Indonesia untuk mempercepat transformasi digital di pelabuhan-pelabuhan tanah air.

Fokus pada Pelayaran Hijau

Selain aspek digital, transisi energi juga menjadi poin krusial dalam tawaran kerja sama ini. Duta Besar Estonia untuk Indonesia, Veikko Kala, menyoroti peluang kolaborasi dalam teknologi dekarbonisasi dan solusi energi di pelabuhan.

"Kami melihat potensi kuat antara kedua negara dalam upaya transisi menuju pelayaran hijau (green shipping)," kata Dubes Kala.

Estonia juga menawarkan teknologi retrofit, yakni kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi modern ke dalam sistem atau kapal lama agar lebih efisien dan ramah lingkungan.

Mengingat sektor maritim menyumbang sekitar 5 persen terhadap PDB Estonia, inovasi ini terus dikembangkan untuk diadopsi oleh negara mitra, termasuk Indonesia yang saat ini tengah gencar melakukan modernisasi infrastruktur laut.

SUMBER:TRT Indonesia